TEMAN DAN AGAMA part 2

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..

Sejak berubah jadi... batman (eh..), jadi berusaha lebih baik maksud saya, bahasa kerennya hijrah nih. Salah satu hal yang saya persiapkan adalah mental untuk kehilangan teman. Iya teman. Yaaa secara ya, dulu begejekan abis, ngaha-ngihi ga jelas sama temen-temen main, sekarang pake outfit rapet begini, omongan menjurus ke arah rohanisasi (halah), dan mengurangi kegiatan gak berguna salah satunya begejekan tadi, gimana gak shock itu temen yang dulu kenal saya lewat pribadi yang sebaliknya?

Oke, saya akui, belum semua bisa total hijrah. Salah satunya adalah cara bicara yang masih sering nyablak sigh onion head. Dan masalahnya, kegiatan nyablak-able ini berbuntut sama akulturasi topik pembicaraan. Nah loh. Sok banget ya. Hehehe.


Jadi gini, karena hijrah, otomatis pola pikir juga berubah, berikut saat melihat kebiasaan atau hal-hal menyangkut urusan akhir dengan Neraka. Sebenernya baru-baru ini saya udah menahan diri banget sih gak ngurusin orang yang gak punya kans untuk diurusin, tapi kemaren ini saya tiba-tiba di add di grup jaman SMP. Awalnya sempet ngikut ngaha-ngihi lagi, dan buntutnya adalah tadi pagi saat ada yang aplot gambar yang membuat saya agak "panas". Simple sih ya, teman saya itu kebanyakan Muslim, dan mereka pagi itu mengawali chat dengan menyapa "Selamat pagi, assalamu'alaikum. Lagi ngapain? Kegiatan apa?". Dan semua jawab dengan wajar juga, sampai ada satu orang yang upload gambar Minuman Keras berjejer. Dan setau saya dia muslim.

Entahlah, rasanya reflek aja saya komentar : Kasih gambar yang berguna dong. Udah pada tua. Banyak Muslim kan di grup ini? Upload Minuman keras aja bangga. Gak asik banget!!! objection onion head

See, oke oke.. saya salah karena reflek menegur dia di depan umum, di forum yang membuat tuh cowok akhirnya gondok dan leave group (iya, cowok loh yang gondok). Dan seperti yang bisa saya duga, ternyata hanya segelintir orang yang sependapat sama saya tentang gambar minuman keras yang mereka anggap sepele itu. Saya punya hak untuk diam kan sebenernya, tapi saya memilih bicara. Karena apa? Bagi saya, yang namanya temen itu gak hanya begejekan bareng, tapi juga kudu ada unsur positif. Iyalah! Ngapain temenan sama orang yang cuma bawa hawa negatif. Rugi dong.

Dari situ saya kembali sadar, bahwa memang temen itu pengaruhnya besar dalam kehidupan kita.

Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)



Mungkin ada yang sempet kepo kok sekarang saya sombong banget pake pilih-pilih teman, hapusin friendlist facebook, bahkan ujung-ujungnya leave group juga dari grup SMP itu. Maaf, bukan saya sombong, tapi memilih teman yang baik merupakan keharusan, dan itu yang coba saya terapkan sekarang. Agama saya masih acak-adut ya, kalau saya salah pilih teman, pondasi yang saya cor susah-susah, bisa abis kena gempa.

Tapi bukan berarti saya "anti" ya temenan sama orang yang belum hijrah, atau bahkan sama temen beda agama. Enggak sama sekali. Karena saya menyadari betul, gak ada teman atau sahabat yang sempurna. Saya cuma membatasi akses ke mereka lewat media sosial, ya karena tau lah ya, jaman sekarang punya teman di media sosial itu udah kaya punya teman hidup tau gak? Iyalah, segala status yang kamu tulis, foto yang kamu upload, dan caption-caption atau meme-meme yang berjubel di medsos bisa dibaca semua teman di friendlist mu, artinya bisa jadi lewat itu semua watak kamu terbaca oleh mereka, karakter kamu terlihat oleh mereka, bahkan aib-aib mu pun semua mereka liat.



Bagi saya, biarlah kami berteman di media "nyata" yang jarang ketemu, jarang ngobrol, sehingga efeknya adalah kita melihat orang hanya dari sisi baiknya aja, gak perlu lihat dari sisi hitamnya lewat status atau gambar ga jelas, kecuali kaya si temen cowok yang sengaja ngeluarin sisi hitamnya di group WA tadi ya, itu mah saya bisa juga baper pengen nge-delete dari segi manapun.

Baiklah, selesai dulu yak curhatannya. Wassalamu'alaikum ceman-cemaann..admire2 onion head


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>