And... Welcome my beauty : RUMAYSHO ELNALIA SYAINDRA part 1.

#LATEPOST 29 April 2016

Masih ingat dooongs beberapa hari lalu saya menulis tentang pemeriksaan ke 9 (34 weeks) dan cuti di awal Mei yang saya kira akan menyisakan waktu 15 hari sebelum saya akan dioperasi lagi? Well.. Allah memang Maha Segala Sesuatu.. Maha Pemberi Kejutan yang luaaarrrr biasa. Semua yang sudah saya rencanakan nyatanya kalah sama apa yang sudah DIA ketuk dengan palu Kun Faayakun-Nya.

Akhir April kemaren tepatnya hari Jumat tanggal 29 April 2016 adalah hari terakhir saya masuk kerja. Saya buat santai sih di kantor, bahkan saya sempat tidur siang segala di Mushola (ketauan banget kalo magabut yak.. wekekeke). Saat menjelang pulang kantor, masih di depan laptop tiba-tiba saya merasakan ada aliran deras melalui jalan lahir, saya sedikit kaget sih, tapi masih berusaha tenang karena mungkin saja itu air ketuban yang pecah. Saya berjalan pelan dari kursi saya ke arah mushola untuk memastikan cairan apa itu yang keluarnya kok kayaknya deras sekali.

Dan begitu saya periksa, badan saya langsung lemes, tangan gemeteran. Gimana enggak, ternyata yang keluar gak berhenti itu adalah darah segar, mengucur deras bener-bener kaya yang di sinetron-sinetron itu. Gak salah kan kalau saya langsung panik dan berfikiran yang enggak-enggak, karena kebanyakan sinetron yang mengisahkan adegan pendarahan itu selalu berakhir dengan kejadian gak enak, yaitu keguguran. MasyaAllah..

Masih dengan gemetaran, saya minta bantuan teman kantor untuk ambilin hape biar saya bisa telfon suami. Gak kalah panik, suami yang saat itu sedang meeting di luar kantor langsung cabut dan menyuruh saya untuk segera ke Rumah Sakit terdekat. Dimana lagi yang paling dekat kalau gak RSU Haji. Tadinya saya masih ngotot mau langsung ke RS Wiyung Sejahtera tempat saya periksa bulanan di dr. Ninuk, tapi pertimbangan suami dan teman-teman yang membuat saya menyerah ke RSU Haji adalah kondisi tubuh yang lemas karena darah saya yang gak berhenti, belum lagi macet jam pulang kantor.

Nyampe RSU Haji, saya langsung dibawa ke VK, diperiksa ini itu mulai dari DJJ, NST, USG, dikasih obat yang dimasukkan dubur. Dokter PPDS yang menangani saya saat itu mengatakan bahwa Placenta Previa yang menyebabkan saya pendarahan. Memang kondisi PV itu rawan pendarahan, dan saya tidak menyangka saya akan mengalaminya di hari terakhir saya kerja sebelum cuti.

Saat dokter yang bernama dr. Radit itu menanyakan usia kehamilan saya, dia merasa heran karena seharusnya dengan usia 35 weeks janin lebih besar dari yang dilihat di USG. Makdeg! Jantung saya serasa berhenti, dan seperti sudah seiya-sekata dengan dr. Ninuk, dokter itupun mengatakan ada kecurigaan bayi saya masuk kategori IUGR. Fix, saya harus diobservasi mulai malam itu juga. Pindah ke kamar rawat inap tanpa harus dipasang infus membuat saya lebih lega karena bisa leluasa bergerak. Padahal dokter sudah wanti-wanti jangan sampai saya banyak gerak karena khawatir terjadi pendarahan ulang.

Saya pun diberi resep suntikan obat pematang paru-paru yang akan diinjeksikan sebanyak 4x selama saya di observasi. Fungsinya jelas untuk memperkuat dan mematangkan paru-paru si dedek jika nanti terpaksa dilahirkan. Dengan batas waktu observasi sampai hari senin berikutnya, saya harus merelakan tidak bertemu dengan Naell sama sekali untuk pertama kalinya.

Iya, selama saya menjadi seorang ibu, sama sekali saya tidak pernah meninggalkan waktu malam bersama Naell. Saya juga sudah berjanji pada diri saya sendiri tidak akan pernah mau pergi ke luar kota jika harus menginap. Yess i'am a working mom, waktu saya terbatas hanya beberapa jam saja untuk menemani anak saya, jika saya men-skip waktu main dengan Naell sebelum jam tidur malam yang singkat itu, saya merasa menjadi Ibu terkutuk sedunia. Itulah alasan saya sempat down begitu disuruh nginep di rumah sakit saat pendarahan itu. Kebayang malam-malam Naell mencari saya, minta dibikinin susu sama saya, minta digarukin punggungnya sebelum bobok. Aaahh.. dan itu sukses membuat saya diomeli suami karena harusnya bukan itu yang sekarang saya prioritaskan.

Ohya, sekedar selingan tentang BPJS (lagi) ya.. Dengan adanya kondisi gawat darurat yang saya alami, maka saya bisa langsung dirawat di RS tanpa melalui rujukan dari faskes 1. Dan kelas 1 yang tertera di kartu BPJS saya tau-tau udah gak berlaku. Saya taunya gara-gara temen-temen yang nganterin ke rumah sakit waktu itu yang menguruskan administrasinya. Saat dicek di sistem eehhh gak taunya kelas saya turun ke BPJS kelas 2. Owalah Boo' apalagi ini. Karena keadaan kahar yang saya alami, temen-temen gak sempet protes tentang perbedaan kelas di kartu dan di sistem komputer, yang penting saya ditindak dulu meskipun harus menggunakan kelas 2.

Setelah saya ditangani, suami saya langsung berkelana (halah) mencari kejelasan tentang selegenje nya tulisan "kelas" di kartu dan di sistem. Mulai dari protes dan nanya ke HRD kantornya, ke pabrik pusat yang ngurusin BPJSnya, sampai hubungi orang BPJSnya langsung. Dan ternyata usut punya usut, melihat dari Perpres no.19 tahun 2016 (baruuuuu banget boo'), penataan kelas dalam BPJS yang sebelumnya tidak ditentukan secara bulat mencantumkan nominal gaji pokok, ternyata telah diubah pada pasal 23. Dan secara otomatis pula, kelas BPJS keluarga saya yang tadinya kelas 1 harus rela turun kasta dan berakhir di kelas 2 karena menyesuaikan dengan gaji pokok suami saya yang memang (kurang dari sama dengan) Rp. 4.000.000,-. Howalaahh papaaa.. ternyata dari perusahaan sendiri belum ada sosialisasi menyangkut hal ini, dan contoh kasus langsung terjadi pada saya saat itu. Baguusss..

Lah kalo gitu, kita gak bisa salahin perpres nya papa.. yang salah itu perusahaan papa karena gaji papa belum naik tahun ini.. hehehe.

Okey lanjut obeservasi.. dengan berat hati saya harus mau nurut untuk nginep di rumah sakit sampai hari senin, karena katanya senin besok akan di USG ulang di bagian fetomaternal (opo maneh kuwiiii...) untuk penanganan lebih lanjut, jika pendarahan berhenti dan kondisi dedek di dalam baik-baik saja, maka saya boleh pulaaannggg....

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>