POLIGAMI

Beberapa waktu lalu cukup heboh dan ramai diperbincangkan tentang seorang wanita yang tiba-tiba membuat video dan menceritakan perih hatinya menjadi istri pertama yang dipoligami dan akhirnya memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami. Saya sendiri sih belum sempet nonton video nya ya, yang jelas gara-gara video itu sang wanita heboh mendapat banyak dukungan, dan hujatan maksimal jatuh kepada sang mantan suami. Prok prok prok.. Bravo!!


Kalau ditanya ke saya, bagaimana pandangan saya tentang Poligami?? Wah wah, memang berat sih jawabannya. Saya tidak akan banyak-banyak menumpahkan dalil di sini, saya cukup menjawab dengan berdasarkan pada : Saya Muslim. Dan saya punya kewajiban taat pada agama saya tanpa banyak TAPI.

Wanita... makhluk satu ini memang memiliki tingkat kelabilan yang luaarrrr biasa sampai hampir membuat binasah, hehehe. Serius loh ini. Makhluk bernama wanita diciptakan dengan mengedepankan perasaan daripada akal dan disinilah celah syeitan untuk mengusik keteguhan hati seorang wanita terhadap syariat Allah.

Ada banyak artikel yang menuliskan tentang seorang suami yang ingin menikah lagi karena ingin mengikuti Sunnah Rosul. Padahal menurut saya, Poligami itu BUKAN sunnah rosul! Sunnah yang diartikan bahwa karena Rosul melakukannya, maka baik juga bagi umatnya untuk melakukannya juga. Oooo tidaaakk.. bukan itu seharusnya. Poligami yang dilakukan Rosulullaah merupakan bentuk keistimewaan beliau yang dianugerahi kemampuan baik fisik maupun mental untuk berlaku adil terhadap semua isterinya (meskipun beliau merasa keadilan beliau tidaklah sempurna). Itulah mengapa beliau sampai bisa punya lebih dari 10 isteri sementara dalam Al Quran manusia biasa hanya diperbolehkan sampai 4 saja.

Kalau masih ngeyel bahwa poligami itu bentuk Sunnah Nabi Sallaahu 'alaihi wa salam, harusnya para pria itu meniru juga wanita model apa yang dinikahi beliau. Nih ya saya kasih tahu, wanita-wanita yang jadi isteri beliau adalah Janda-janda yang sudah berumur, lengkap dengan bonus yaitu anak dari suami yang terdahulu. Dan kalau sudah dibeberkan kenyataan seperti itu,  sudah jelas pria-pria jaman sekarang tidak akan mau menikahi wanita seperti yang dinikahi Nabi, lha iyaaa wong poligaminya emang berdasarkan nafsu karena cuma pengen yang kinyis-kinyis aja. Hehehe, katanya Sunnah Nabiiiiii.. Hayooo...

Sebenernya sih, yang dimaksud Poligami itu Sunnah bukanlah merujuk pada apa yang dilakukan Rosul, melainkan Hukumnya yang bersifat Sunnah dalam artian dilakukan DENGAN BENAR akan pendapat pahala, tidak dilakukanpun TIDAK APA-APA. Dan ada pendapat sebagian Ulama lain yang memfatwakan bahwa Poligami adalah bentuk ke-Mubah-an (hukumnya boleh) syariat karena ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi bagi para pelakunya.

Syarat Poligami itu apa sih?? Sudah jelas tertulis dalam Al Qur'an bahwa pria tersebut HARUS MAMPU. Dan sayangnya, MAMPU di sini Allah lah yang langsung menilai nanti di alam mahsyar (Nah Loh!). Manusia boleh lah menilai dirinya mampu berlaku adil pada saat Poligami, sementara pada kenyataan di lapangan penerapannya mungkin hanya beberapa persen atau bahkan Nol. Maka berarti sang Pria dapat dinilai tidak amanah dan menyelesihi Surat An Nisa ayat 3 tersebut. Jika seseorang tidak amanah dan berakibat menyelisihi hukum Allah dalam Al Qur'an, lalu dimana tempatnya? Sudah pasti di Neraka doongss. Karna apa? Karena dia kepede-an mengukur kemampuannya sendiri, karena dia lupa bahwa keadilan itu Allah lah yang akan langsung menilainya, karena dia lupa bahwa nanti di alam mahsyar para isteri-isteri tersebut dapat berargumen di hadapan Allah perihal adil tidaknya tindakannya itu.

Lalu untuk para wanita, bolehkah menolak keinginan suami yang ingin berpoligami atas alasan yang saya kemukakan di atas. Jawabannya : TIDAK BOLEH! Laahhh.. bingung toh? 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا
“Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian tidak berlaku aniaya.” (An-Nisa`: 3)

Jadi gini. Apa yang tertulis dalam Al Qur'an merupakan Syari'at Allah, dan hal itu didukung oleh ulama ahli tafsir dan banyaknya Ulama yang mengeluarkan pendapat tentang Q.S. An Nisaa ayat 3 yang membahas tentang Poligami. Jika kita tiba-tiba dihadapkan pada kondisi dimana suami kita tiba-tiba pengen menikah lagi, emang rasanya sakit. Tapi balik lagi kita wajib memahami bahwa Allah saja TIDAK MELARANG seorang Pria menikah bahkan sampai ke empat kalinya, menikahi wanita yang memang dia sukai (bukan sekedar karena alasan sunnah), trus kenapa kita mau nolak? Siapa kita? Lebih tinggi dari Allah gitu?? Nauzubillaah.

Jangan sampai kita terhegemoni dengan perasaan sendiri takut jika dilupakan, takut jika nanti suami gak adil, takut ini dan takut itu, percayalah! Itu salah satu bentuk penyesatan syaitan yang sangaaatttt halus agar kita menolak hukum Allah padahal BELUM TENTU yang kita takutkan akan terjadi.

Lalu jika yang kita takutkan tadi benar-benar terjadi, apa yang harus kita lakukan? Boleh lantas kita menolak poligami karena merasa diperlakukan tidak adil? TETAP TIDAK BOLEH! Nah Loh! Kok Gitu? Berarti kita setuju kalau harga diri kita sebagai wanita diinjak-injak karena diperlakukan tidak adil oleh suami kita? Eittsss tunggu dulu.. Calm Down.. Biasakan untuk bermuhasabah dulu, mengoreksi diri kita sendiri dulu sebelum menilai perilaku adil atau tidaknya orang lain. Jangan-jangan kita sendiri yang membangun sikap negatif orang lain terhadap kita. Jangan-jangan memang kita yang selalu mengedepankan kegalauan ketimbang keikhlasan. Jangan-jangan malah kita yang keras hati tidak mampu memperbaiki diri untuk menyenangkan suami? Cemburu itu wajar, bahkan 'Aisyah Radhiyallahu'anha pun seringkali uring-uringan saat beliau merasa cemburu, tapi apakah beliau lantas menyalahkan hukum Allah yang memperbolehkan Rosul menikah lagi. Enggak kan?? Laahh.. wajib kita meneladani Ibunda 'Aisyah toh.

Wanita dalam poligami TIDAK PUNYA HAK untuk menentang, menimbang-nimbang, atau mencari alasan penolakan terhadap diperbolehkannya Poligami. Pilihan yang ada pada wanita hanya ada 2 : SABAR atau TIDAK. Sudah tinggal pilih. Kalau kita berhasil sabar, maka surga lah balasannya. Tapi kalau tidak, ya sayang aja gitu kalau minta cerai, udah cerai itu adalah jalan yang tidak disukai Allah, bakalan jadi janda, gak ada yang menafkahi lagi. Banyak ruginya sih menurut saya. Bukan urusan kita wahai wanita jika ternyata suami kita berlaku tidak adil dalam pernikahannya, tapi itu adalah urusan Allah, biar Allah yang akan memberi ganjaran. Dan kembali lagi, kita hanya dituntut dua hal, mau sabar atau tidak.

Seperti yang kita tahu, anatomi seksual wanita tidak selamanya dapat bekerja optimal. Ini udah rahasia umum loh ya. Bayangin aja, masuk di usia 40 tahun misalnya, kemampuan wanita dalam menerima rangsangan seksual sudah jauh menurun, apalagi wanita harus menghadapi sebuah siklus wajib yaitu monopause. Bandingkan dengan pria di umur yang sama, kemampuan seksualnya masih bisa 'go on' dengan sangat normal bahkan hingga mereka jadi kakek-kakek.

Trus, hubungannya apa sama Pologami? Dengan adanya poligami YANG BENAR, justru menurut saya wanita banyak sekali diuntungkan. Apa saja itu?
  1. Kita tetap dinafkahi dan biarkanlah sang suami yang harus berpusing ria untuk menafkahi isteri barunya karena dia sudah menyanggupi untuk bersikap adil. Hwehehe.
  2. Dengan adanya kekurangan dari segi seksualitas pada wanita, otomatis kita bisa berbagi tugas dengan isteri baru. Hihihi.
  3. Rasa cinta dan cemburu membuat kehidupan pernikahan makin berkualitas, dan membangun motivasi untuk berbuat yang paling baik kepada suami.
  4. Jika kita mampu menghadapi kehidupan Poligami dengan KESABARAN, maka insyaAllah surga lah balasan bagi orang-orang yang sabar.

Mbak nya nih, kaya udah pernah dipoligami aja pake sok-sok nasehatin masalah poligami, kalau situ udah jadi penderita akibat korban ketidak-adilan poligami, baru tau rasa deh.

Hehehe, mungkin itu kira-kira yang akan dikatakan temen-temen yang belum mau melembutkan hatinya menerima hukum Allah. Tapi percayalah, tidak ada poligami yang TIDAK ADIL! Yang tidak adil itu pelakunya, bukan hukumnya. Plis kita harus bedakan itu.

Lagian nih ya, justru karena saya belum pernah di poligami makanya saya berusaha memakai akal saya untuk mengerti betapa sayangnya Allah sama makhluknya agar terhindar dari zina (perselingkuhan). Bukan malah kaya beberapa oknum yaanggg >>>> diplogami saja belum tentu, tapi benci sama hukum Allahnya sudah pasti, lha kan malah lebih aneh, hehehe. #PiisssYow


Intinya, jangan pernah biarkan perasaan wanita terombang-ambing oleh Nafsu yang dibawa setan ya girls, termasuk dengan Hukum Poligami yang diperbolehkan Allah begini. Ingat, tugas kita hanya menerima, menjalani dengan sabar, lalu balasannya adalah surga. Kalau tetap tidak mau sabar ya itulah pilihanmu, silahkan menyudahi pernikahan dan men-skip kesempatan menggarap ladang pahala yang luaaassss berupa SABAR. Bukankah sama seperti neraka, jalan menuju surga pun adalah pilihan kita semasa hidup.

Wallahu'alam bi shawab.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>