Cerita di balik : Second Pregnancy

Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah (Tuhan yang dengan Hak Nya yang Maha Tinggi) kembali memberikan kepercayaan pada saya untuk menerima sebuah amanah baru.

Yah.. saya hamil lagi, saya kembali diberi amanah lagi setelah Naell berusia 21 bulan. Bukannya tidak direncanakan, tapi saya memang sudah kepengen hamil lagi sejak Naell berusia belum satu tahun. Tapi karena masih menurut apa saran dokter, bahwa kelahiran kedua setelah SC pada kelahiran pertama harus berjarak minimal 2 tahun, maka saya dan suami sepakat melakukan KB alami. KB jenis apa itu? KB klasik, jangan coba senggol-senggol saat ketahuan masa suburnya, hehehe.

the second amanah

Setelah berusaha beberapa bulan, akhirnya di bulan ketiga usaha kami, Allah mengabulkan permintaan kami ini. Saya yang waktu itu baru pulang dari acara Qurban di Jombang bersama keluarga besar dari Ibu, memutuskan untuk mengambil libur pada hari senin untuk istirahat, dan iseng-iseng karena mengalami haid yang gak lancar, saya mencoba testpack. Setelah tahu bahwa hasilnya sesuai dengan harapan saya, seketika saya bersujud syukur. Hal ini tidak terjadi pada kehamilan Naell dulu, loh kenapa? karena saya terlalu 'blank' saat tau bahwa setelah 3 tahun akhirnya saya hamil juga, dan dengan alasan itu saya jadi gak "nyadar" kalau saya harusnya sujud syukur, hehehe.

Kenapa saya tiba-tiba pengen punya anak lagi? Padahal kemarin kekeuh pengen punya adeknya Naell pas nih cowok mau beranjak masuk sekolah aja. Tebak karena apa? Karena KEMATIAN. Serem ya? Serem emang..

Saya kepikiran ingin meninggalkan "teman" untuk Naell jika Allah mengambil saya lebih cepat, saya merasa Naell akan lebih mudah berjalan jika ada yang menjadi teman untuk menjalani hari-harinya, jika bertemu dengan ibu baru, jika harus berjuang untuk dapat hidup baik, dan dalam kehidupan mereka kelak, saya berharap mereka jadi saudara yang bisa saling mengingatkan.

Entahlah, saya selalu saja berfikir bahwa kematian sedang mengikuti saya dari arah manapun. Apalagi sejak kejadian kecelakaan motor yang saya alami seminggu setelah libur Lebaran Idul Fitri usai, berhasil membuat saya seolah menyadari bahwa akan "jatuh dari motor" pagi harinyapun saya tidak kepikiran, tapi nyatanya itu terjadi di sore hari, apalagi kematian yang merupakan rahasia Allah. Paham kah maksud saya?

Saya selalu menyesali dosa-dosa yang saya perbuat dulu, saya juga merasa umur saya terlalu pendek untuk dapat menebus semuanya dengan ibadah, kecuali jika Allah berkenan meridhoi Tobat saya, sesungguhnya hanya Dia yang mampu memberikan ketenangan bagi saya karena Dialah yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.

Kembali pada kematian, sejak mengetahui bahwa saya hamil lagi, saya berusaha menggunakan kesempatan ini lagi-lagi untuk memperbaiki diri saya sendiri. Saya membayangkan bahwa mungkin saja saya akan meninggal saat saya melahirkan, atau malah sebelum itu. Saya selalu membayangkan alangkah ngerinya di alam kubur jika amalan saya tidak dapat membantu saya menjawab pertanyaan-pertanyaan malaikat (meskipun semasa hidup saya sudah hafal di luar kepala jawaban pertanyaan-pertanyaan kubur itu), saya selalu membayangkan apakah saya sudah berhasil mendidik anak-anak saya agar mampu menjadi anak sholeh yang dapat diterima doanya jika saya meninggal kelak. Demi Allah.. saya selalu bergidik ngeri jika membayangkannya.

Sebagai manusia, maka sayalah tempatnya salah dan khilaf. Tapi saya sedang berusaha menjadikan KEMATIAN sebagai sebaik-baik nasehat dan itu membuat langkah saya kembali lurus setelah sempat menuruti nafsu untuk berbelok-belok.

Papa.. saya akan berusaha lebih baik lagi menjadi seorang isteri, gak gampang ngambek, mencoba pengertian, lebih baik lagi dalam melayani segala keperluanmu, lebih peka lagi terhadap rasa lelahmu, lebih sabar lagi dalam menghadapi kumatnya rasa malas kita dalam beribadah.

Naell dan adek di dalam perut.. bantu mama untuk mendidik kalian jadi anak sholeh ya, nak. Semoga Allah melembutkan hati kalian terhadap Hidayah, semoga Allah mempermudah rejeki kalian yang barokah, semoga Allah mendekatkan kalian dengan orang-orang sholeh, dan semoga kalian selalu dilimpahi dengan ilmu yang bermanfaat, serta semoga amalan-amalan yang kalian lakukan senantiasa diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Amiin..

Semoga saya selalu diberi kesehatan, semoga saya dapat menjadi Ibu dan Isteri yang sholeh, dan semoga masih diperkenankan bagi saya untuk terus belajar sambil menemani tumbuh kembang anak-cucu tercinta kelak. Amiin Ya Rabbal'aalamiin..

2 komentar:

  1. Naell dan adek di dalam perut.. bantu mama untuk mendidik kalian jadi anak sholeh ya, nak. Semoga Allah melembutkan hati kalian terhadap Hidayah, semoga Allah mempermudah rejeki kalian yang barokah, semoga Allah mendekatkan kalian dengan orang-orang sholeh, dan semoga kalian selalu dilimpahi dengan ilmu yang bermanfaat, serta semoga amalan-amalan yang kalian lakukan senantiasa diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Amiin..

    Kata2nya bkin terharu mbak T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga doa-doa yang baik diijabahi Allah mbak. Makasih udah mampir.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>