Tips Membuat Bakso Pakai Blender Kecil

Selamat Hari Raya Idul Qurban 1436 Hijriyah Yaaaa...

Pada suka bakso gak nih semua? Suka dong ya pastinya, lha wong makanan otentik indonesah gitu loohh. Bahkan si kecil Naell aja kalau emaknya udah bikin bakso, dia bisa habisin sekali makan 6 buah, nyamar sih ditusuk 2 biji - 2 biji gitu, tapi ambilnya berkali-kali, hehehe.

Dulu rasanya bikin bakso itu hal yang sulit buat saya lakukan sendiri di rumah, karena menurut saya bikin bakso tanpa mampir ke tukang giling rasanya gak mantep, daging gak alus, gak rata campuran bumbunya atau segudang alasan lain yang membuat saya gak pede bikin bakso sendiri. Lah iya dulu di Ngagel letak pasar mah deket tinggal mampir buat gilingin daging, nah sekarang berhubung udah balik ke rumah sendiri (yang notabene pasar tempat mangkal tukang giling daging jauh pake banget), mau gak mau mesti putar otak gimana caranya bikin bakso tanpa ngerepotin tukang giling daging, hehehe.

Mungkin buat yang punya food processor atau mesin giling mini, bikin bakso gak akan jadi masalah (asal ngerti aja sih gimana cara buatnya, hehehe), tapi buat saya yang cuma punya modal blender doang, maka hal ini cukup merepotkan dan butuh usaha lebih lagi. FYI, blender saya tipenya Philips HR 2071.

Jaman sudah modern, tinggal buka gugel, nemu resep, gugling lagi, bandingin resep satu dan lainnya. Happ!! Akhirnya siaplah mental ini untuk mulai membuat bakso. Hehehe, lebay sih..

Ternyata tipsnya itu gampang :
1. Harus punya pisau besar kaya gambar di bawah nanti ya. Kenapa? karena mencacah daging kalau pake pisau kecil, selesainya bakalan pas lebaran kuda, buk. Hehehe

kalau tidak ada no.1, cukup no.2

2. Buang serat daging yang kemungkinan besar susah untuk di chop manual dengan pisau.

3. Gunakan pisau untuk mencacah daging secara kasar, kalau ada dua buah pisau seperti gambar di atas, akan lebih baik lagi jika menggunakan dua tangan dengan dua pisau.

4. Setelah dicacah, potong lagi menggunakan pisau kecil cacahan daging sampai habis. Intinya, untuk menghindari kerja blender yang sebenarnya bukan berfungsi sebagai penghancur daging, maka dibutuhkan kerja ekstra untuk melumatkan daging sebelum dihancurkan di blender.



5. Bawang yang saya gunakan hanya bawang putih saja. Yaitu bawang putih mentah, dan bawang putih goreng.

6. Saya punya cara unik (aneh lebih tepatnya) untuk mengolah bawang putih utuh : ambil plastik, masukkan bawang putih ke dalam plastik lalu digeprek pake ulekan kayu.

Kenapa gak langsung di tempat ulekan? Tempat ulekan saya besar, dan bahannya dari batuan asli yang permukaannya kasar, kalau saya pake ulekan sebesar itu, gak imbang sama jumlah bawang yang mau saya hancurkan, apalagi permukaan kasarnya membuat ulekan bawang bakalan lebih banyak yang nempel di ulekan daripada yang bisa saya angkat.

Trus kenapa gak dicincang aja daripada pake plastik segala? Jawabannya adalah, saya bukan chef yang bisa cepat mencacah bawang, bagi saya lebih praktis masukin plastik, lalu dipukul-pukul deh sampe ancur kasar. Hehehe.



7. Ambil Wet Mill (Bagian blender yang kecil untuk menghaluskan bumbu atau makanan basah). Masukkan kira-kira 2-3 sendok daging cincang, lalu bawang geprek halus, bawang goreng, lada, garam, dan penyedap rasa (opsional). Wet Mill di sini fungsinya memang hanya untuk meratakan bumbu dan menghancurkan daging yang masih dicacah kasar sebelumnya.





8. Rahasia yang terakhir adalah, beri air es secukupnya saat memblender daging. Saya dapat info ini dari hasil gugling, bahwa air es bisa mendinginkan pisau dan daging yang secara otomatis menghasilkan panas saat proses penghalusannya. Fungsi air es juga berfungsi mengikat serat daging dan membuat lemak tetap keras sehingga bakso bisa kenyal.

Dan setelah dicoba, alhamdulillaah adonan daging dan bumbu tercampur dan halus sempurna. Tinggal tambahkan tepung tapioka, kanji, atau sagu dan maizena.

Ohya, ada satu lagi saran yang saya dapat dari blognya mbak Endang tentang penambahan putih telur pada adonan bakso. Menurut mbak Endang, putih telur diperlukan selain menaikkan pH daging juga menjadi pengikat antar serat daging, membuatnya lebih kompak dan kenyal. PH daging yang tinggi akan membuat bakso menjadi padat, kenyal, elastis, dan juga crunchy.

Untuk perbandingan adonan daging dan tepung, saya biasanya menggunakan 1/2 kg daging sapi atau ayam, dan tepung sagu atau kanji sebanyak 1/4 kg, dan maizena 2 sdm. Kalau mau baksonya jadi agak banyak, jumlah tepung bisa ditambahkan lagi, tapi rasa daging sapi atau ayamnya tidak akan terlalu kerasa, dan itu menyebabkan jumlah bumbu harus lebih diperkuat lagi.

6 komentar:

  1. tambahin juga mbak resep untuk membuat kuah baksonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resep kuah bakso gak ribet kok neng, kaldu sapi, bawang putih, garam sama penyedap.. sok atuh bikin, pasti pada ketagihan di rumah, hehehe

      Hapus
  2. Terimakasih infonya gan, jadi mesin bakso saya tidak nganggur dirumah :D

    BalasHapus
  3. baru z nemu blok yg ngjarn bikin baso drumah,tdi na prasaan ribet dech bikin na,,udah di ksi tw resep na,ini wajib di coba.mksiihh bnyak y teh..

    BalasHapus
  4. Mbak, ukuran chopper nya muat brp mbk? 1/2 kg bs langsung masuk?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>