MACET MACET DAN MACET..

Tau arti kata MACET?? M-A-C-E-T ??

Menurut kamus bahasa indonesia elektriknya mbah gugel, MACET artinya :
1 tidak dapat berfungsi dengan baik (tt rem, mesin, dsb); sendat; serat 

2 terhenti; tidak lancar

Saya sebenernya gak pengen bahas arti secara bahasa sih, tapi saya lagi keseeellll banget sama kondisi Surabaya beberapa tahun terakhir ini. Kayaknya kalau ada survey yang mengatakan Surabaya adalah kota metropolitan kedua di Indonesia yang sering terjerat kemacetan lalu lintas, maka itu pasti benar. Belum lagi ternyata eh ternyata, kota tercinta ini malah dinobatkan sebagai kota paling macet no 4 DI DUNIA!!!

Mau tahu titik kemacetan mana aja di Surabaya yang paling WOW saat jam pergi dan pulang kantor?? Buanyaaakkkk.. HR. Muhammad, Joyoboyo, Wonokromo dan Jembatan layang Mayangkara, Ahmad Yani, Manukan, bahkan pinggiran deket tempat saya tinggal seperti Gunungsari dan arah jalan ke Sepanjang aja udah bikin frustasi banget!!

Kemacetan klasik di Jl. Wonokromo dan Jembatan Mayangkara tiap sore


Jadi inget dulu TA (Tugas Akhir) saya membahas masalah solusi Bus Rapid Transit (semacam busway) dari konflik kemacetan di lampu merah di Surabaya, dan spesifikasi survey saya adalah mulai dari Jl.Ahmad Yani (bunderan waru) sampai Jl. Raya Darmo (simpang bersinyal dr. Soetomo - Polisi Istimewa). Tenang aja, saya gak akan ceritakan gimana menderitanya saya saat proses TA, tapi dari hasil survey itu saya baru tahu bahwa laju pertumbuhan kendaraan bermotor di jalan-jalan utama di Surabaya mengalami lonjakan yang sangat signifikan per tahunnya, data survey saya saat itu hanya 3 tahun terakhir, yaitu tahun 2006-2007-2008. Makanya dari situ tim kami mencoba memberi solusi untuk membuat jalur Bus Rapid Transit di jalan-jalan dengan kondisi kemacetan yang lumayan akut.

Saat itu sih mungkin bisa jadi solusi kali ya, solusi fantasi lebih tepatnya, hehehe. Habisnya pas itu kan lagi awal-awalnya Busway di Jakarta beroperasi, makanya kita jadi mupeng mengangkat itu ke TA. Tapi melihat lonjakan kendaraan bermotor sampai dengan tahun 2015  ini, saya jadi ngerti kenapa Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim gak melanjutkan AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) tentang wacana Busway atau bahkan Monorail di Surabaya.

Secara awam sih, masalah kemacetan ini jelas SEMUA orang memegang peran antagonisnya termasuk saya. Contohnya nih ya :
  1. Dari mulai banyaknya penjualan sepeda motor dengan kredit ringan dan berhasil membuat lonjakan pemakai motor di jalan bahkan hampir 100% per tahunnya. Data ini gak melulu secara kebatinan aja saya peroleh, karena saya mengacu pada hasil survey saya 7 tahun yang lalu bahwa rata-rata kenaikan jumlah pengendara motor adalah 60-70% per tahunnya. Dan secara kasat mata aja deh, semakin tahun semakin macet aja jalan saya dari rumah menuju ke kantor karena banyak motor lalu lalang di jalanan.
  2. Pengendara mobil yang mobilnya gede-gede tapi cuma diisi 1 atau 2 orang saja. Saya paling sebel kalo nemu yang jenis begini. 1 mobil inno** di jalanan yang isinya 1 orang, sama seperti 5 motor yang kalo ditata bisa 3 baris melebar dan 2 baris memanjang. Bayangin kadang 1 motor kan diisi 2 orang boncengan tuh, lha ni mobil harusnya untuk 5 motor di jalanan malh cuma diisi 1 orang. Ngabisin jalan benerrr deh haaiii...
  3. Kendaraan Mobil Pengangkut Umum (MPU) alias Bus atau Bemo yang suka berhenti dan ngetem sembarangan. Kenapa orang-orang banyak meninggalkan MPU di masa sekarang? Karena kredit motor masih jauh lebih murah dibanding harus naek angkot yang dalemnya sumpek dan panas dan mungkin lama karena gak ada jadwal pasti keberangkatan. Kalo dulu 1 mobil angkot ngetem 5 menit aja penumpang langsung penuh, jaman sekarang 1 jam aja belum tentu dapet 5 orang. Bayangin aja kalo tiap angkot ngetem selama itu di beberapa bahu jalan, dan dalam kondisi macet menurunkan penumpang pun sak enak udelnya langsung ambil serong ke kiri, selain nambah macet, juga bikin tambah emosi kan??
  4. Pihak dishub maupun polisi lalu lintas yang belum bisa mengendalikan dan mengatur kedisiplinan pengendara kendaraan bermotor. Meskipun sekarang acara 86 (di NetTV) yang isinya polisi lalin banyak yang nangkep para pengendara bermotor yang bandel, tetep aja gak mengurangi rasa kecewa saya terhadap penegak jalan ini. Buktinya masih banyak praktek "gelap" di jalanan oleh oknum-oknum tertentu yang sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan. Selain itu, yang saya masih penasaran nih, pihak dishub dan polisi lalin kan harusnya stay di jalan (atau minimal di jalan yang rawan kemacetan) untuk mengatur lalu lintas ya? Lah ini cuma keliatan dari mulai pukul 07.00 - 09.00 WIB aja tiap pagi (di jalanan saya lewat), seolah-olah macet gak macet lebih dari jam 9 pagi udah harus cabut dari jalanan.
    Saya tahu karena beberapa kali berangkat terlambat jam 9 atau jam 10 dan gak melihat ada satupun polisi atau orang dishub yang mencoba mengatur kendaraan atau mengurai kemacetan, padahal jam segitu jalanan juga masih macet-macetnya, atau mungkin cuma saya aja yang punya pendapat bahwa seharusnya polisi atau pihak dishub boleh pergi saat jam aktif dan kondisi kemacetan jalan sudah stabil?? Ataukan definisi jalan stabil saya dengan jalan stabil versi bapak-bapak itu berbeda? Entahlah. 
  5. Pemerintah yang sepertinya masih susah mengendalikan laju pertumbuhan kendaraan melalui pembatasan produksi yang masuk ke Indonesia gak mungkin kayaknya melihat presiden yang sekarang justru malah open dengan para investor asing, atau dengan menaikkan Pajak kendaraan bermotor setinggi-tingginya untuk kendaraan dengan dimensi yang besar dan ngabisin jalan kayaknya gak mungkin juga karena sudah ada di berita-berita bahwa pajak adalah sasaran empuk bagi para praktisi KKN untuk menyelewengkan uang rakyat, Atau menambah dan memperlebar ruas jalan mungkin?? Well tapi mau sampai kapan menambah jumlah jalan di Indonesia kalau tidak diimbangi dengan pengaturan kepemilikan kendaraan bermotor yang ketat.
    Atau paling gak nih ya, Pemerintah mulai concern memperbaiki tingkat fasilitas kendaraan Umum, gak cuma yang lewat di pinggiran menuju ke kota sebelah atau jalan primer saja, tapi juga di jalan-jalan yang tersebar di tiap kecamatan di Surabaya, mengatur ulang trayek-trayek dan pengembangan trayek subprimer agar lebih mudah menjangkau penumpang dan lebih dekat dengan hunian, bisa juga dengan promosi besar-besaran setelah memperbaiki fasilitas kendaraan Umum agar masyarakat kembali percaya dan menggunakan fasilitas umum ini, atau malah kalau perlu ada HARI KHUSUS dimana dalam hari tersebut ada pelarangan memakai kendaraan pribadi di jalan raya dan harus beralih ke MPU.

Seandainyaaaa... mobil di bawah ini bisa dijual murah, gak pake embel-embel 200juta rupiah gitu, kan cocok buat orang yang gak mau berangkat kepanasan dan kehujanan, tapi juga gak demen naik MPU yang fasilitasnya enggak banget. Udah ni mobil irit bahan bakar, ramah lingkungan dan gak ngabisin jalan.. wes cocok wes.

mobil Fortwo keluaran Mercedes Benz


2 komentar:

  1. yang ngalah ga cuma yang besar-besar lah. kaya ga ngertiin apa? yang kecil-kecil suka salip sana, salib sini. kalau di lampu merah, garisnya dimana, motornya dimana. paling adil ya kaya di singapore. mobil ada, motor ada? boleh. tapi pajak dibuat mahal, mau parkir, dibuat mahal. pelayanan transportasi umum diperbaiki, masyarakatnya diberi pembelajaran, supaya jadi lebih suka menggunakan alat transportasi umum. sim dibuat susah mendapat, dan calo dihapuskan. jadi pasti akan dijaga dengan baik cara menyetirnya, supaya jangan sampai sim disita polisi karena ditilang, polisi harus di didik bebas suap dan diberi gaji yang layak. pajak seharusnya tetap ada. tetapi dibuat sistem pilih kasih, yang kaya, persentase bayar pajaknya lebih besar. yang miskin diusahakan bebas pajak. lalu koruptor dibuatkan hukuman gantung. supaya terasa menakutkan dan tidak berani korupsi. dan KPK harus dipayungi hukum yang baik. jangan sampai seperti saat ini. abraham samad, antasari ashar dan pemimpin lain. disaat pemimpinnya mulai berani menangani kasus besar, langsung digoyangkan kedudukannya dan dimasukkan ke dalam penjara. what a pitty.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hwaahhh.. saya sampe terpana dengan penjelasan mas Raymond barusan... tapi saya tidak bermaksud menyalahkan yang "besar-besar" saja ya mas, di penjelasan saya di atas tentang aktor dibalik kemacetan ini adalah semua pihak (termasuk saya, hehehe).. dsn memang benar emang motor atau mobil sama-sama harus dibatasi baik dari segi produksi, pajak, dan hukuman tegas dari dinas/satgas yang bertugas di jalan.. Bravooo...

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>