MULAI NYETOK ASI



3 JANUARI 2014

Kewalahan karena ASI makin bancar, akhirnya membuat saya memutuskan untuk mulai nyetok ASI dari sekarang. Harusnya dari kemaren-kemaren sih, Cuma masalahnya saya gak punya freezer (lain kali juga akan saya ceritakan kenapa saya sampai gak punya kulkas lengkap dengan freezernya), kan kalo mau nyetok ASI sampe bulan ke tiga harus langsung masuk freezer, jadi bingung juga mau ditaruh dimana itu ASI kalo udah diperah. Sampai pernah suatu ketika si Naell gak bangun-bangun dari tidurnya dan ASI saya terlanjur keluar tanpa dikomando, karena sayang kalo terbuang percuma, akhirya ASI itu saya tampung di wadah botol ASIP (Air Susu Ibu Perahan) yang sudah saya beli. Tapi setelah itu saya kembali kebingungan, Naell malah gak mau minum ASI perahan itu karena saya memberikannya pake sendok, bukan pake dot.


Saya khawatir jika Naell mengenal dot, maka dia tidak akan mau minum dari nipple saya lagi, kalo orang bilang mah ‘bingung puting’ gitu. Makanya saya paksa dia minum pake sendok dan hasilnya malah dia menyemburkannya dengan sukses, karena sayang kalo dibuang akhirnya saya nekad meminum ASI hasil perahan saya sendiri . Hehehe, lumayan manis sih. Asli! Serius!

Ternyata kekhawatiran saya tentang ‘bingung puting’ itu bisa disiasati. Lewat manager sang suami di kantor yang juga baru 2 bulan lalu melahirkan, beliau banyak sekali memberi saya ilmu baru tentang pemberian ASIP sementara ibu bekerja, termasuk tentang ‘bingung puting’ itu, thank’s a lot bu EVY…. Jadi gak papa kalo bayi diperkenalkan dengan dot untuk memberikan ASIP selama kita berada di kantor, tapi setelah kita pulang, jangan lagi berikan dot saat dia haus, langsung berikan puting ibu. Jika sang bayi menolak, biarkan saja, bahkan hingga dia menangispun. Dalam keadaan lapar seperti itu, langsung berikan puting ibu, maka bayi tidak akan punya pilihan lain selain menerima ASI dari puting ibu. Cara itu efektif untuk membiasakan bayi terhadap keberadaan dot dan nipple ibu di waktu yang berbeda.

Akhirnya ASIP itu saya titipkan di rumah bude yang tinggal di gang belakang rumah tinggal saya. Membeli breast pump merk PIGEON, saya langsung memompa payudara yang saat itu lagi sakit-sakitnya karena kepenuhan, perahan pertama kali itu menghasilkan 2 botol ASIP (botol UC1000) dan sama suami langsung diantar ke rumah bude. 

ASIP yang disimpan di freezer bisa bertahan hingga 3 bulan dengan suhu beku yang stabil (tidak diotak-atik). Saya pernah membaca juga, jika ASIP diletakkan di freezer dalam kulkas 2 pintu, bisa bertahan hingga 5 bulan, sedangkan jika disimpan dalam deep freezer (freezer yang biasa digunakan untuk menyimpan es krim yang biasa di minimart) malah bisa bertahan hingga 12 bulan. Cara memberikan ASIP setelah dari freezer untuk bayi adalah memindahkan ASIP ke kulkas bawah sampai mencair, lalu dihangatkan menggunakan bottle warmer, atau merendam botol ASIPnya dengan air hangat (hangat ya! Bukan panas!). Suhu yang terlalu panas bisa merusak kandungan protein dalam ASI. ASIP yang telah dikeluarkan dari freezer dan dihangatkan tidak boleh dimasukkan kembali ke freezer dan harus segera dihabiskan dan tidak boleh dikonsumsi lagi setelah lebih dari 3 jam.

Sedangkan ASIP yang diletakkan di kulkas bawah hanya bertahan selama 2-3 hari tergantung dengan kestabilan suhu kulkas juga. ASIP yang diperah dan diletakkan di suhu ruangan maksimal harus dikonsumsi tidak lebih dari 4 jam setelah waktu pemerahannya.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>