KAMI HANYA MEMOHON PERTOLONGAN KEPADAMU YA ALLAH..

11 FEBRUARI 2014

Hari ini entah kenapa rasa khawatir itu datang lagi, sebabnya adalah artikel yang saya baca dari seorang teman tentang orang tua yang setelah setahun pernikahannya baru dikaruniai anak, tapi saat anaknya berusia setahun lebih (yang pasti masih sedang lucu-lucunya) harus rela dipanggil oleh Allah karena penyakit bronchitis. Penyebabnya adalah karena di lingkungan anak tersebut dekat atau akrab dengan perokok.

Catatan kecil keluarga kami: Surat terakhir buat kaka : http://fikihfikih.blogspot.com/2012/06/surat-terakhir-buat -kaka.html?m=1

Saya menunggu Naell selama 3 tahun usia pernikahan kami, dan selama penantian itu, banyak hal yang membuat saya jatuh-bangun baik secara fisik maupun psikis. Makanya dengan hadirnya Naell, perasaan bahagia saya tumbuh tak terkira sekaligus perasaan khawatir. Khawatir terhadap apa? Semuanya…

Banyak hal-hal (yang sebenernya mungkin gak penting untuk dipikirkan) yang mengganggu saya untuk dikhawatirkan, Naell batuk sedikit saya langsung khawatir, takut. Nafas grok-grok nya Naell membuat saya takut pula, muntah nya Naell yang selalu banyak itu juga membuat saya kadang berfikir yang aneh-aneh, bahkan sikap Naell yang selalu anteng dan jarang menangis itupun membuat saya tidak luput dari kekhawatiran. Hal-hal kecil yang membuat saya bereaksi berlebihan seolah Naell akan direnggut dari saya secepat kilat setelah saya menunggu kehadirannya bertahun-tahun. Yah.. itulah yang saya rasakan untuk tiap kejadian kecil yang dialami Naell! Apakah ini bagian dari Post Partum Depression? Atau Baby Blues?

Saya tahu, ada pertemuan maka akan ada perpisahan, dan itu sudah hukum alam. Kita sebagai manusia dan sebagai makhluk Allah pun tidak mempunyai hak yang bisa membatasi umur seseorang. Tapi sungguh saya masih perlu jalan panjang untuk mempersiapkan hal seperti yang terjadi terhadap mama Queena di artikel tersebut. Kalau bisa, beri kami waktu panjang untuk bersama-sama lebih lama di duniaMu ini ya Allah.. sebelum kami Engkau kumpulkan di surgaMu pula nantinya. Amin.

Dan satu lagi,. Sebenernya saya menyimpan rasa khawatir terhadap Akung dari Naell yaitu mertua saya sendiri. Beliau adalah perokok aktif dan rokoknya pun rokok linting alias tanpa filter. Saya sering khawatir jika Akung sudah maen ke rumah untuk menjenguk cucunya, si Naell. Beliau memang sadar diri bahwa beliau adalah perokok dan tidak pernah berani merokok di dalam rumah saya, (kalo sedang di Surabaya sih, kalo di Ponorogo sana laen lagi ceritanya, merokok di semua sudut ruangan karena itu merupakan daerah kekuasaannya). Tapi entah mengapa saya tetap saja khawatir, kandungan nikotin dalam rokok bisa saja menempel pada tangan beliau yang selalu enggan dicuci dengan sabun itu, dan saya akan selalu was-was jika tangan bekas memegang rokok itu digunakan untuk memegang Naell.

Sekuat tenaga mama akan melindungimu dari semua hal yang bisa menyakitimu, Nak. Itu adalah bagian dari ikhtiar mama dalam menjaga titipan dari Allah berupa kamu. Selanjutnya mama akan belajar untuk mengoreksi diri dan berpasrah pada semua ketentuan Allah jika sewaktu-waktu mama harus menghadapi sesuatu yang butuh porsi keimanan tinggi. KAMI HANYA MEMOHON PERTOLONGAN KEPADAMU YA ALLAH..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>