The Girl Who Can't Break Up and The Guy Who can't Leave

Gara-gara dengerin lagunya grup band R 'n B Leessang akhir-akhir ini, saya jadi kepikiran banget sama salah satu lagu mereka yang judulnya saya tulis di atas. Seingat saya sih, saya pernah nulis artikel serupa, cuma waktu itu kayaknya bahasa nya masih terlalu kacau untuk dimengerti, hehehe. Gak papa deh, itung-itung nulis ini sambil nungguin suami jemput saya buat lanjut nonton Fast Furious 6.

Lagu The Girl Who Can't Break Up and The Guy Who can't Leave ini kurang lebih bercerita tentang sepasang suami istri atau sepasang kekasih yang sedang mengalami rasa jenuh terhadap hubungan mereka. Dimulai dari si cowok (Ryu Seung Beom) yang keluar dari sebuah apartment sambil marah-marah dan menunjuk-nunjuk seseorang yang mungkin ada di dalam ruangan apartment itu. Lalu dia berjalan dan hampir tidak mempedulikan bayangan indah semasa pacaran dulu dengan seseorang yang mungkin tadi dimaki nya.


Tapi semakin jauh kakinya melangkah, bayangan indah saat pertama kali mengenal gadis yang dicintainya itu kembali terulang, mereka becanda ria di dalam mobil berdua, lalu masih tetap adegan di dalam mobil, semakin lama candaan mereka berdua sirna dan berganti ke dalam situasi serius yang membuat mereka saling perhatian tanpa banyak bicara, lalu berganti lagi adegan di dalam mobil juga dimana raut muka keduanya sudah mulai berubah. Tampak acuh, sibuk dengan pikiran masing-masing, bahkan mungkin mereka saat itu sudah melewati titik kejenuhan yang luar biasa, dan membuat si cowok hampir saja memainkan cincin di jarinya agar terlepas.


Hubungan mereka semakin melewati masa yang sulit, masa dimana mereka menghadapi rasa jenuh, bosan, gak nyambung, dan cenderung mengalami miss komunikasi yang membuat mereka ujung-ujungnya bertengkar. Dan itupun juga dirasakan oleh sang cewek (Lee Hyo Ri). Selepas bertengkar dengan si cowok dia mencoba mengingat-ingat masa indah mereka berdua namun sangat sulit. Jika ingatan itupun terulang, hanya rasa sakit yang dirasakannya karena tidak menemukan hal yang lain selain pertengkaran dan sibuk dengan pikiran masing-masing saat keduanya bertemu.


Mereka berdua berada dalam satu rumah, mengerjakan urusan mereka sendiri-sendiri, tanpa ada banyak bicara, apalagi saling menatap. si Cewek merindukan ini semua, tapi dia tidak mampu membuat si cowok bertahan akan dirinya. Kehidupan yang hampir seperti neraka ini membuatnya ingin bubar saja, tapi dia tidak mampu karena dia terlalu mencintai sang cowok.


Sedangkan si cowok tiba-tiba tersadar saat dijalan mendapati sepasang kakek-nenek saling menjaga di usia mereka yang sangat tua. Dia teringat hubungan dengan gadisnya saat itu. Komitmen awal yang dijaga sang kakek-nenek hingga saat ini pasti mengalahkan rasa jenuh bertahun-tahun yang mereka lewati. Si cowok tersadar, cinta memang bisa berkurang seiring waktu, tapi dengan komitmen dan kenangan indah yang selama ini dilalui dengan sang cewek, tidak seharusnya si cowok meninggalkan si cewek dengan egoisnya? Di saat dia melihat kekurangan yang tiba-tiba muncul dari pasangannya, seharusnya dia mencoba berkaca pada kekurangannya sendiri. Jika dia tetap seperti ini, akankah dia menemukan orang yang benar-benar dia inginkan dalam hidupnya? Lalu siapa yang akan menemaninya saat tua nanti?? Dan akhirnya kembalilah si cowok ke dalam apartement yang tadi ditinggalkannya dengan marah-marah.




Onion Head emoticon
Kira-kira begitu isi video klip nya Leessang ini. Gak tau kenapa lagu ini dalem banget. Bukan berarti saya menulis ini karena saya mengalami hal yang serupa dengan model video klip nya di atas ya, enggak kok! Ini cuma sebagai cermin yang bisa saya lihat sewaktu-waktu.

Kita ini manusia yang gak sempurna, dan gak adil kalau kita jenuh pada pasangan kita hanya karena kita menemukan ketidaksempurnaan dalam dirinya. Balik lagi, komitmen lah kuncinya. Jaga selalu yang namanya komitmen dan janji kita pada Sang Pencipta bahwa perpisahan adalah hal yang paling dibenciNya yang tidak akan pernah kita lakukan dalam keadaan apapun kecuali kematian.

Untuk semua yang telah kamu lakukan meskipun di saat yang berat sekalipun.. for too much love you give.. Dan untuk semua pengertian yang selalu kamu berikan untuk saya yang selalu menuntut lebih. Saya gak bisa memberi banyak kecuali pengabdian yang akan selalu berusaha saya jaga untukmu. I Love You, honey...


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>