Ramyun, Kimchi, Ddeokbokki

Saya baliiiikkkk lageeee..... hehehe....

Dari judul di atas, ada yang belum tau ya apaan tuh Ramyun, Kimchi, Ddeokbokki ?? Baiklah saya akan langsung capcus untuk menjelaskan apa gerangan tulisan-tulisan aneh yang dibuat judul di atas itu.

Mereka adalah makanan. Makanan?? Iya, mereka memang masih asing di telinga kita, karena mereka memang berasal dari Korea sono (Again??!!). I knooowww... kalian pasti bosen saya bolak-balik ngomong korea-koreaaaa terus, lah bagaimana lagi? demam saya yang satu ini masih belum sepenuhnya waras, jadi kalian semua mesti sabar ya kalo pada postingan saya berikut-berikutnya masih akan menyelipkan berbau-bau Korea, dan saya juga masih belum tahu sampai kapan?

Okey balik lagi ke 3 makanan dari Korea ini ya. Tiap liat acara dari Korea entah itu drama atau variety show nya, ada adegan dimana orang Korea selalu tampak lahap menyantap makanan yang disajikan di hadapan mereka. Ekspresi mereka saat makan itu loh nyenengin banget!! Jujur saja, meskipun saat itu saya belum tahu makanan apa yang mereka makan, keliatannya tuh makanan enak semua. Ekspresi melotot sambil lahap makan meskipun masih panas makanannya, seperti "Whoaaa!!" atau.."Jinjja Massita!!" atau..  "Massita!! joh-aya". Gak usah dibahas apa arti perkataan mereka itu, yang jelas dari ekspresi yang mereka tunjukkan, seolah makanan Korea itu surga, yang enaknya gak ketulungan. 

Emang bener begitu ya? Okey, kita buktikan lewat lidah sekelas 'masterchef' punya saya. Onion Head emoticon*really ignore aja yak*

RAMYUN

Selain nasi, makanan pokok orang Korea adalah mie, entah itu mie instan, mie kering yang nanti dimasak dengan bumbu rumah tangga, atau mie yang dibuat sendiri. Buat sendiri? Yuppp!! orang korea bisa membuat mie mereka sendiri loh, jangan salah. Setiap drama yang saya tonton tidak lupa orang Korea menyelipkan adegan pemainnya sedang makan Ramyun alias Mie ini, dan lagi-lagi ekspresi mereka itu loh, antara kelaparan atau emang doyan, yang jelas saya jadi penasaran gimana sih rasanya tuh ramyun korea.

http://afdilaulaa.wordpress.com/2012/03/24/my-first-ramyun/
Dan satu lagi yang membuat rasa penasaran saya tambah nyata, pas liat variety show family outing season pertama di youtube, pas episode dimana the Elder Yoon Jong Shin menerima hukuman harus menyiapkan sarapan pagi, semua makanan yang dia siapkan selalu enak, bukan karena kemampuannya yang mahir masak, tapi karena dia diam-diam dengan nakalnya selalu menambahkan bumbu ramyun instan di masakannya. Dari situ saya jadi mikir, seenak itukah bumbu ramyun instan itu? sampe membuat apapun masakan yang dimasak the Elder menjadi enak.
http://ramenbutterfly.blogspot.com/2012_01_01_archive.html
Saya akhirnya minta diantar suami pergi ke Chico swalayan di daerah kendangsari (kalo gak salah), di sana makanan dari kawasan mata sipit banyak dijual, mulai dari korea, jepang, sampe china. Dan setelah melihat-lihat, saya tertarik membeli rumput laut dan menemukan ramyun 'shin' dari korea ini.

Lalu bagaimana rasanya??? Hmmm.. setelah nyampe rumah, saya buka itu ramyun dan saya masak. Berbagai ekspektasi rasa saya tujukan pada semangkok mie yang sudah matang di depan saya waktu itu. Masih sedikit panas, saya mulai menyantap ramyun itu. And then.......................................... (sedetik, dua detik, sampai 10 detik). BIASA AJA RASANYA!! Sumpah ya, masih enak Indomie, atau Sarimie, atau mie instan punya negara kita sendiri.

Bumbunya itu saya rasa terlalu datar, gak ada yang menonjol, asin, manis, pedas, semua nya datar. Mungkin karena lidah kita terbiasa makan yang instan dan cenderung berisi 'penyedap' kali ya? Makanya saya rasa makan Ramyun kali itu masih membuat saya merasa BIASA aja, sial! Akting mereka bagus banget saat makan mie ini.


KIMCHI

Orang Korea kalo mau foto mereka selalu meneriakkan KIMCHIIIII... itu adalah cara lain a la Korea dalam mengganti sebutan CHEERRSSS a la barat agar gambar mereka menunjukkan ekspresi senyum bergigi. Kimchi ini makanan paling tua di Korea, terbuat dari sayuran seperti kubis, sawi putih, atau lobak yang difermentasi dan diberi bumbu-bumbu sedemikian rupa.

Makanan khas Korea ini tidak pernah absen dari acara-acara di Korea, bahkan Kimchi menjadi salah satu bahan masakan pelengkap bagi hidangan lain meskipun pada dasarnya kimchi sendiri bisa langsung dimakan setelah masa fermentasi yang ditentukan terlewati.
http://www.closetcooking.com/2008/03/kimchi.html
Lagi-lagi karena ekspresi yang mereka tunjukkan saat menyantap kimchi, katanya rasanya asem-asem seger gimana gitu. Wiikkkk, kaya asinan dong ya? atau kaya rasa acar? Duh saya tambah penasaran. Akhirnya dapat kesempatan makan di resto Jepang yang kebetulan jual kimchi Korea. Nah loh? Gimana itu ceritanya resto Jepang menyediakan salah satu master-dish punya negara lain? Entahlah, yang jelas, di resto itu saya berhasil merasakan salah satu makanan khas Korea bernama Kimchi.

Dan rasanya.................................................
Asem sih, asin sih, agak-agak pedes sih, tapi lagi-lagi biasa ajaaaaa, gak seseger dugaan saya, kalo kata si Riska sih rasanya hampir sama kaya asinan Bogor, halah apalagi itu saya malah belum tahu asinan bogor. Enough! Saya rasa 2 makanan korea yang telah mampir ke lidah saya itu tidak cocok dengan lidah yang terbiasa dengan bumbu kuat macam bawang dan rempah-rempah, serta sedikit penyedap rasa ini.


DDEOKBOKKI

Ealaahhhh... lah kok karena saya sekarang hamil, beberapa waktu yang lalu saya lagi-lagi liat variety show Korea yang lagi membahas tentang makanan satu ini, ddeokbokki (topoki). Lalu iseng-iseng melihat cara memasaknya juga. Jelas tidak akan terlewatkan setelah makanan ini jadi, si koki pun memakannya seolah makanan ini adalah makanan paling enak semesta raya. Dan itu mengacaukan pendapat saya sebelumnya bahwa makanan Korea tidak cocok dengan lidah saya.

Ddeokbokki ini adalah makanan yang berasal dari kue beras, bentuknya lonjong-lonjong seukuran lilin gitu, dibumbui dengan satu bumbu saja, dan bumbu itu universal, biasa dipake di hampir semua masakan, apa itu? dialah GOCHUJANG alias pasta paprika merah. Ddeokbokki biasanya juga ditambahin bawang prei sebagai bumbu tambahan, dan sebagai tampilan pemanisnya kadang ditaburi wijen.
ini adalah kue beras dan gochujang nya, bekal buat jadi ddeokbokki
Selanjutnya saya mencari dan menemukan website olshop yang menjual aneka makanan korea ini, rasa penasaran saya yang memuncak ini pun memaksa saya memesan langsung ddeokbokki bumbu instan, jadi saya gak perlu beli kue beras sendiri dan gochujang sendiri. Setelah itu, saya memasaknya dengan rasa penasaran yang juga sedikit takut nantinya bakalan gak doyan.
http://www.tumblr.com/tagged/ddeokbokki?before=82
Demi mengantisipasi rasa yang sebelumnya saya rasakan terhadap makanan korea, maka sebelum matang saya mencicipinya dulu. Dan benar, rasa nya dominan manis sedikit asam yang cenderung datar. Saya langsung nambahin garam, gula sedikit, tapi tetap tidak menemukan rasa yang saya inginkan, dan jurus terakhir adalah saya menambahkan penyedap rasa berharap rasa nya akan lebih diterima dengan hormat di lidah saya. Tapi ternyata tetap tidak! Sampai saya berfikiran apa saya harus meminjam cara the Elder Yoon Jong Shin menambahkan bumbu mie instan punya indomie biar rasanya seperti 'seleraku'?? 

Dddeokbokki ini yang paling parah, dua makanan Korea sebelumnya masih bisa saya habiskan meskipun rasanya tidak seperti bayangan saya, tapi yang ddeokbokki ini asli dah, saya baru makan se 'lepek' kecil berisi 10 an potongan kecil ddeokbokki, lalu saya tidak mau meneruskannya lagi. Mungkin kalau saya gak hamil itu makanan bakalan tetap saya santap seperti sebelumnya, tapi berhubungan nih anak dalam perut gak mau lagi meneruskan makanan empuk-empuk itu terpaksa saya menyerah. Maafkan saya ddeokbokki....


KESIMPULAN

Orang Korea terbiasa memakan makanan yang bumbunya sederhana, gochujang, bawang prei, bawang bombay, wijen, kecap asin, minyak wijen, perisa oil dll. Bahkan mereka jarang loh pake bawang merah dalam masakan mereka, bumbu rempah yang kuat yang terdapat dalam masakan Indonesia jelas jomplang abis kalo mau dibandingkan dengan masakan Korea, makanya terkesan plain gitu kalau kita makan masakan mereka, ini kecuali yang emang doyan alias pemakan segala ya.

Dan lagi yang tidak ketinggalan, penyedap rasa yang sering dipakai dalam masakan kita juga menimbulkan rasa enak yang luar biasa di tiap masakan lokal, beda dengan Korea yang kerap memfermentasi makanannya agar terdapat rasa sedap dalam masakan mereka. Dan itu terbukti membuat orang Korea memiliki lambung yang baik karena makanan yang mereka santap.

Kesimpulan yang paling akhir, kapok dah makan makanan orang Korea. Cukup saya liat di berbagai acara mereka saja mereka makan dengan nikmat dan lahap meskipun makanan mereka asal cemplung kalo lagi masak, gak lagi deh kepengen. Kalau saya dapat kesempatan ke Korea sekalipun, mending saya masak sendiri, atau kalau perlu nyetok mie instan lokal buat bekal selama di sana. Lha yang jadi masalah, siapa yang mau bayarin saya melancong ke Korea sono? Wkwkwk. 

Trus, buat temen-temen yang masih penasaran rasa aneka masakan Korea dan tidak percaya dengan pengalaman saya saat merasakannya sendiri, boleh deh mampir ke beberapa warung yang menyediakan berbagai masakan korea, siapa tahu memang lidah saya yang lagi mengsle karena tidak cocok dengan makanan tersebut, hehehe.


NB : Gambar2 di atas saya ambil semuanya dari internet, karena saya tidak pernah berencana menceritakan pengalaman saya waktu makan makanan korea, makanya pas makanan itu ada di hadapan saya, saya tidak memotretnya, hehehe


UPDATE 10 APRIL 2015
Saat Riska pulang dari Korea dan maen-maen ke rumah saya tahun ini, dia banyak cerita lagi tentang makanan-makanan korea yang ternyata rasanya gak seperti snack-snack yang saya beli ini, masakan korea seperti di Indonesia ternyata memiliki bumbu dan rempah yang juga kuat, ditambah hampir tiap masakan dibumbui dengan bumbu hasil fermentasi. Jadi kemungkinan besar snack korea yang saya makan saat itu tidak terlalu terasa karena pengaruh kehamilan saya atau mungkin banyak bumbu yang sudah dikurangi untuk menyesuaikan standart kehalalan di Indonesia.

Dan selain itu, Jjajangmyun (mie hitam) yang saya pengen coba itu, ternyata tidak direkomendasikan oleh Riska, Kenapa?? Padahal rasanya katanya orang-orang yang pernah makan enak banget. Gak tahunya, bumbu saos hitam yang fenomenal itu mengandung unsur daging dan lemak babi, loalaahhhh...

15 komentar:

  1. Penasaran ma kimchi trus buat sendiri, dan rasanya aduhaii gak karuan -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehehehe, mungkin emang gak seberapa bagus kalo bukan orang asli Korea yang bikin say..

      Hapus
    2. Kimchi itu harus difermentasikan dalam waktu lama. Disana di musim gugur mereka di desa2 bikin kimchi dan dipendam selama setahun. Bumbunya juga macam-macam. kimchi terbaik diKorea terbuat dari 28 macam bahan dan bumbu. Mungkin kalau nggak enak, belinya kebetulan bukan yang enak. Ya kayak nasi padang Indonesia kan ada yang enak dan ada yang nggak enak juga to?

      Hapus
  2. ramen sepertinya enak tuh, beli mienya dmana ya?

    Adab Makan dan Minum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, beli ramen di Alfa dan Indomaret juga ada, Harganya skitar 10rbuan, kyak mie instan gitu... RAMYUN
      Belum pernah nyoba juga, tapi kyaknya nanti mau beli

      Hapus
    2. Nyoba aja, enak kok.. asem-asem pede gitu, hehehe..

      Hapus
  3. Ramen - ramen kayak gitu di Indomaret banyak.. Yg cup lebih mahal, nyampe 10rb-an.. Tapi kalo yg bungkusan isi 120gr itu malah lebih murah cuma 5-7rb.. Masih ragu sebenernya kalo beli yg nongshim ramyun-nya, ngga nemu label halal disitu.. Jadi karna cari aman, aku beli yang Gekikara Ramen punya Nissin yang jelas label halalnya.. Tapi kata temenku, rasanya sama aja sih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohya kah?? wah iya nih, aku kurang aware sama label halalnya.. soalnya kan ada tulisan komposisi bahan dalam bahasa inggris/indonesia, jadi dari komposisi bahan itu aku mengira-ngira sendiri bahwa gak ada ingredient yang haram.. lain kali coba cek dulu ah..

      Hapus
  4. Mungkin emang kita gaterbiasa. Tapi kebetulan sepupu bapaknya orang sono. Pas ditanya enakan masakan sini apa korea, dia jawab korea. See? Ini karna lidah kita udah dari lahir disini, susah dirubah :v gitu loohh

    BalasHapus
  5. Mungkin emang kita gaterbiasa. Tapi kebetulan sepupu bapaknya orang sono. Pas ditanya enakan masakan sini apa korea, dia jawab korea. See? Ini karna lidah kita udah dari lahir disini, susah dirubah :v gitu loohh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya emang terpengaruh 2 hal, lagi hamil dan emang lidahnya Jowo abis, hehehe

      Hapus
  6. Coba mkn kimbab ato bbq daging sapi korea (nomor 1 sedunia) empuknya....kalo kimchi ya emang acar. Ramyun...ya mi rebus. Tapi kalo ramyun di masukin kimchi ...coba deh...enak sekali.saya bikin sendiri loh dan pake gekkikara ramyun karena halal....

    BalasHapus
    Balasan
    1. di TvN yang acara Home Food Rescue yang dipandu chef Baek, aku jadi lebih banyak tahu kalau Kecap Ikan jadi bumbu rahasia saat makanan berkuah rasanya agak plain. Praktikumnya pake Gegikara, 1 sdm kecap ikan, dan sedikit kimchi, hehehe.. rasanya baru bisa cocok di lidah.

      Kimbab sudah pernah, kalau BBQ sapi korea itu yang belum.. soalnya takut blm ada rekomendasi kehalalan.. hehehe

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>