Rencana Liburan yang berakhir Tragis.

Entah Bagaimana awalnya pertemanan 'dekat' kami terjalin, yang jelas Saya, Pravita, dan Dona tiba-tiba menjadi tidak waras karena tanpa sadar melakukan hubungan intens satu sama lain sejak akhir desember 2010 yang lalu. Kami memiliki jiwa bebas yang sama, jiwa penggosip akut yang juga serupa, bermulut tajam yang sepinang dibelah tiga, dan entahlah, saya tidak perlu mencari-cari alasan atau hal-hal yang bisa mendukung kedekatan kami. Yang jelas kami bukan Gank, atau bahkan Girlband *meskipun pada kenyataannya suara kami memang pantas disejajarkan dengan penyanyi di atas papan* ----->>>>

Kami berteman sejak kuliah, mungkin kesialan berteman dengan mereka diawali dari saling mengolok-olok (saya vs pravita) sejak semester awal kuliah, dan saling menjambak kerudung di musholla (saya vs dona) sejak mengikuti Kegiatan Rohani Mahasiswa, yang jelas, tanpa sadar kami saling memperhatikan dan mungkin tanpa sadar mengagumi satu sama lain. *jangan lu kire kite pada lesbi ya! bukan gitu maksud gua..*


Dan sejak kecelakaan si Meita desember 2010 lalu, saya rasa itulah titik sial awal kedekatan kami. Entah mengapa kami bertiga serasa menemukan berlian di masing-masing sikap kami yang banyak serupa, tapi secara bersamaan kami saling menghormati berlian berharga tersebut di tempat masing-masing, tidak posesif atau tidak menghalangi yang lain yang ingin melihat berlian itu juga. *Anda bingung? sama, setelah saya baca kalimat saya, saya juga bingung*

Kami lalu sering mengobrol bertiga lewat BBM, lebih banyaknya sih bukan ngobrol ya, tapi nambahin tabungan dosa dengan menggosip *ASTAGHFIRULLAH, Ampuni aku ya Tuhan..*. Kami juga saling percaya menceritakan apa yang kami alami, tentu yang bersedia diceritakan ya, dan kami tidak pernah memaksa satu sama lain untuk menceritakan urusan masing-masing apalagi sampe masalah rumah tangga.

Singkat cerita, *bo'ong banget ini! dari tadi panjang bener tulisannya masih brani bilang "singkat" dari hongkong?!*, karena kami dekat akibat takdir yang memaksa kami menjadi teman sejak kuliah, maka kami punya ide untuk menjaga kedekatan kami dengan mengadakan arisan. Hmm.. lebih tepatnya bukan arisan sih, tapi nabung untuk liburan (hanimun triple couple), ini semua akibat kami ketagihan berlibur singkat di Tulungangung tempat Tetua angkatan kami kuliah merasakan berakhirnya masa lajangnya. Setelah dari acara orang paling tua di angkatan kami itu, kami penasaran ingin melihat yang namanya pantai Popoh, soalnya kan sayang banget ya udah nyampe Tulungagung tapi gak mampir ke tempat yang khas di sana.

habis kondangan, nikahannya cak Ndower, tetua angkatan kami. ki-ka : Dona, saya, Vita

Ya sudah, kami nekad ke sana hanya dengan 3 pasang ini mengendarai dua mobil yang masing-masing semobil mengangkut pravita, suami dan baby nya, serta semobil lagi mengangkut dona, suami, serta 'nebengers' sejati tiada tara yaitu saya dan suami saya, hehehe.

Perjalanan ke sana pake acara nyasar pemirsa, bahkan sepanjang jalan ada 3 kali kami menemui jalan penuh acara karnavalan semua, jadi jarak tempuh antara rumah tetua adat kami ke Popoh yang kira-kira bisa dicapai dalam 30 menit, mendadak molor kaya ingus ponakan saya sampe 2 jam. ckckck.. sedikit miris memang, tapi setelah nyampe sana, kami lega bukan maen,

Bukan.. bukan.. karena pemandangannya yang memang tidak seindah bayangan saya, tapi saya hanya lega karena nyampe sana dengan selamat. Nyampe sana kami duduk-duduk sambil liat pantai, tidak banyak bicara, sibuk dengan pikiran masing-masing, sampai akhirnya... itu terjadi juga... Perut kami keroncongan meronta-meronta, ini semua akibat bau ikan bakar menggelitik lubang hidung kami, melewati tanaman hitam gantung di dalamnya sampai tembus ke neutron di otak kami, lalu refleks memerintahkan untuk mengecek dompet demi mengetahui apa masih bisa merasakan ikan bakar di Popoh ini. *apaan sih ini!*

Balik lagi ke acara arisan alias nabung yang kami rencanakan itu, kami punya cita-cita liburan sengsara lagi bertiga pasang, tanpa kemewahan yang berlebih, agar kasta kami bisa melebur saat bersama, maklum aja karena Dona dan suami adalah pasangan dengan kasta berlian termahal, sedangkan Vita diliputi keberuntungan setelah menjadi anak tunggal orang tua yang berkecukupan, sedangkan saya, cukup menjadi berlian KW yang ternyata lebih diminati banyak orang 

Duit yang kami kumpulkan per bulannya rencananya akan kami gunakan untuk liburan bulan Januari ini ke yang dekat-dekat dulu : JOGJA, mengambil kesepakatan untuk pergi tanggal 11 Januari ini. Bukan karena kami penggemar berat GIGI dengan lagu 11 Januari nya ya, itu karena kami mengambil waktu tengah-tengah setelah Dona berlibur ke Lombok dengan suami saat long weekend akhir tahun kemaren, dan sebelum suami saya berangkat ke Tangerang pertengahan Januari ini.

Dan kalian semua tahu, rencana liburan impian kami ini terancam ditunda. Dengan segala hormat saya akan jabarkan rintangan dan cobaan yang kami alami saat kami sepakat membundari tanggalan di angka 11 Januari ini untuk liburan.
  • Saat kami mencari guest house untuk tempat menginap kami di sana, saya yang ditunjuk untuk PR mendadak kesulitan menghubungi pemilik-pemilik guest house, sampai akhirnya saya menyerahkannya pada Vita yang sebagai PNS tidak memiliki waktu sesibuk saya. Dan rintangan itu berhasil kami lewati. Vita berhasil deal dengan pemilik salah satu guest house nya, dan Dona yang ditunjuk sebagai bendahara juga sudah memberikan DP 70% untuk penginapan itu.
  • Semakin mendekati hari, Vita memberi kabar kalau minggu tengah akan ada seminar di kampusnya (dia ambil kuliah S2), tapi untungnya seminarnya diundur.
  • Lalu ada kabar pula dari Suami Dona kalau tanggal 11 kemungkinan dia akan ikut lelang di luar kota. Damn! but Thx GOD Dona berhasil menego suaminya.
  • Untuk mobil akomodasi kita ke sana, kami mengandalkan pinjaman mobil kantor lewat bos nya si Dona yang sudah dekat dengannya seperti Papi nya sendiri, dan tebak apa?? H-3 Dona mengabarkan bahwa sekarang kalau mau pinjam mobil kantor harus ijin dulu dengan SDM, padahal menurut Dona, orang SDM nya pada resek-resek . Tapi untungnya Dona's Papi yang baik hati itu mau meminjamkan mobil pribadinya untuk kita berlibur.
  • Dan tebak apa lagi pemirsa?? Kami dihadapkan pada rintangan tanpa solusi selain berdoa. Vita dapat kabar kalau nenek dari suaminya kritis, dan dokter bilang sudah tidak ada harapan lain selain saling mendoakan. Sebenernya Vita dan Suami sudah diijinkan untuk pergi ke Jogja, tapi menurut etika, kalian pasti tahu bahwa itu sungguh tidak etis, apalagi kalau mengingat suami si Vita itu adalah cucu kesayangan sang nenek. 
  • And guess what???? Saya juga dapat kabar kalau Hari kamis ini (H-2) saya harus nginep kantor karena lembur persiapan lelang. W-w-whaattt??? Saya berharap bahwa persiapan lelang ini akan selesai jumat sore, jadi saya tetap bisa berangkat. Tapi malangnya nasib saya, ternyata kemungkinan lembur sabtu-minggu akan terjadi mengingat lelang harus dilakukan di awal tahun agar tidak menyusahkan di akhir tahun. Duh sumpah! Malam itu juga saya nangis. Gimana enggak, saya sudah antusias banget liburan dengan kunyuk-kunyuk itu serta suami saya yang sudah akan pergi tanggal 21 Januari ini tapi harus gagal mengenaskan hanya karena saya lembur. Dan untungnya siang tadi saya dapat kabar kalau persiapan itu bisa diolor sampe tanggal 15 Januari.
  • Dan pagi tadi, ibu saya menelfon kalau Uak Akang (pakde) saya di Bandung yang masuk Rumah Sakit seminggu lalu sekarang tengah koma, sudah tidak bisa diajak bicara lagi. Babe yang begitu sayangnya dengan pakde saya itu langsung sedikit drop dan memaksakan diri untuk berangkat ke Bandung. Pengennya beliau sih mengajak saya ke sana, juga suami. Tapi karena saya sudah lebih dulu ada rencana ke Jogja, Babe tidak berani bilang keinginannya itu, dan baru pagi ini saya tahu dari Ibu saya. OH GOD!!
  • And then, sejam sebelum saya menulis blog ini, Vita mengabarkan bahwa dia positif tidak ikut ke Jogja karena memang sang Nenek sudah tinggal menunggu waktu.

Deal karena alasan paling bawah, kami sepakat menunda liburan kami. Dona notabene tidak ada masalah selain mengembalikan pinjaman mobil untungnya sangat mengerti situasi kami. Dan untungnya juga DP guest house itu tidak hangus dan bisa diundur sampai waktu yang bisa kami tentukan. Mungkin ini semua bukan rintangan atau cobaan, tapi Allah sedang memperingatkan kita akan sesuatu, siapa tahu hikmah kami tidak jadi pergi tanggal 11 Januari ini malah menyelamatkan kami dari situasi yang bisa membahayakan kami jika kami nekad ke sana di tanggal itu. Semoga.

And guys, emak-emak bawel tukang gosip! Saya benar-benar berharap dapat menghabiskan waktu liburan dengan kalian di tempat dan waktu yang lebih indah.


***************************************************************

UPDATE 17 JANUARI 2013

Ternyata memang banyak hikmah dibalik kegagalan liburan kami. Saya akhirnya ikut menemani babe ke Majalaya-Bandung untuk menjenguk Uak, keadaannya memang sudah sangat parah, tapi Alhamdulillah setelah kedatangan babe, si Uak tiba-tiba badannya langsung baikan, mau duduk, mau makan pula. Malamnya saat saya perjalanan ke Bandung naek kereta Turangga, Vita mengabari kalo nenek suaminya akhirnya meninggal. Gak kebayang kalo kita tetep nekad pergi, neneknya meninggal jam 1 malam waktu itu pasti kami disuruh balik ke Surabaya lagi.

hiburan pengganti
Karena hari senin saya harus kerja, akhirnya minggu saya pamit Uak buat pulang ke Surabaya, tapi saya dan suami masih sempetin juga maen ke Trans Studio Bandung sebagai ganti liburan kami berdua yang tertunda (baca:JOGJA), sedangkan Bapak tetep stay di sana sampai hari selasa baru pulang. Dan tebak apa? Hari rabu kemaren, saya dapat kabar bahwa Uak saya meninggal, padahal bapak saya baru aja pulang dari sana. Lagi-lagi hikmah yang dapat saya petik adalah, untung saya dan Babe bisa mengunjungi sang Uak untuk terakhir kalinya sebelum beliau meninggal.

Tenang di sana ya Uak, dan nenek mertua Vita. Semoga amal ibadah kalian diterima di sisi Allah SWT. Amin Ya Robbal 'Alamin..

2 komentar:

  1. karena kamu mencatut namaku disni km WAJIB dan harus membayar royalti kepadakuuu..

    But di balik smua itu... aku juga seneng bgt bsa pny tmn km dan vita..
    smoga next liburan kita lancar jayaaaaa kawan..

    i hope it can be realized as soon as posible... :****

    BalasHapus
  2. ROYALTI nya adalaaahhhhhh :
    PERGI BERLIBUR KE BALI BERSAMAKUUUUUUU *tahun depan dg hasil biaya arisan*

    I LOVE YOU ALL DEAR...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>