Kantor Mengerikan





Ini cerita lama sebenarnya, saat saya masih kerja di tempat lama. Tempat saya bekerja pertama kalinya dalam suasana kantor yang ternyata tidak seperti yang selama ini saya bayangkan. Kantor ini berarti bukan hanya karena saya bertemu dengan Mr. W, tapi karena tempat itu *sesuai desas-desusnya* menerima pengelompokan per orang sesuai dengan kepribadiannya, dan saya baru tahu itu setelah saya keluar dari sana.

Di kantor lama saya, saya diterima jadi marketing (intinya setiap yang melamar di situ apapun posisinya selalu ditempatkan di marketing dulu, dan tidak digaji sebelum memenuhi targetnya, kejam kan?! Iya, kejam, dan saya heran kenapa saya bisa tahan di sana sampai hampir satu bulan). Dalam 'jabatan' sebagai marketing alias sapi perahan itu, ada pembagian lagi ke dalam beberapa kelompok marketing, seperti kelompok M1, M2,..., M6 dst. Pembagian ruangan seperti itu, HRD lah yang menentukannya. 

Jadi begini ceritanya, dulu sebelum Mr. W jadi HRD di sana, ada seorang HRD juga yang kata orang-orang situ punya indera ke-enam, dimana dia bisa mengelompokkan seseorang dalam beberapa ruangan sesuai dengan kepribadian mereka, kenapa mereka menyebutnya punya indera ke-enam, karena ya itu tadi, dari melihat cara bersikap lawan bicaranya saat wawancara, orang itu bisa tahu seperti apa kepribadiannya dan di kelompok marketing mana dia harus di tempatkan. Memang orang itu sudah tidak lagi di kantor itu saat saya masuk, hanya saja kemampuannya itu bisa jadi diturunkan pada HRD penerusnya.

Dan, saat itu saya berakhir di kelompok M6. Awalnya saya bener-bener kaget saya berada di ruangan seperti itu, dengan orang-orang yang sama sekali tidak terlintas dalam pikiran saya untuk bergaul dengan saya. Perokok, peminum, bahkan kelompok orang broken home, and maybe some bitch ditempatkan di sana. Sungguh saya tidak sadar saat itu kenapa saya ditempatkan di sana. Bahkan untuk sekedar sholat saja saya bisa susah melakukannya hanya karena saya dipaksa jadi sapi perahan, dimarahi hampir tiap hari, makan telat, sholat telat, berangkat subuh buta dan pulang malem. 

Setelah saya keluar dari sana, saya dapat kabar tentang pengelompokan marketing adalah dari praktisasi indra ke-enam seperti itu, saya tuh jadi mikir. Apa saya adalah termasuk golongan itu? Apakah HRD penerusnya benar-benar memiliki kemampuan indera ke-enam seperti itu, dan itu sebabnya saya ditempatkan di sana. Saya memang paling bandel di rumah, tidak bisa diatur, pemberontak. Tapi saya juga tidak bisa begitu saja mengakui bahwa saya disatukan dengan golongan seperti mereka. 

Saya benci merokok, saya juga tidak pernah sekalipun masuk pub apalagi mencicipi minuman keras yang memang haram itu. Tapi kalau broken home, saya sedikit mengakuinya karena pada saat saya masuk ke kantor mengerikan itu, saya memang sedang ada masalah dengan orang tua saya. But, am i become some a bitch there? Ya Allah ya Tuhan.. mengerikan sekali di sana. 

Dan saya benar-benar bersyukur saya keluar dari sana, cuma... bayangan masa lalu saya berada di kantor mengerikan itu membuat saya sampai sekarang hampir tidak percaya, bahwa saya digolongkan di tempat yang sama dengan mereka. Orang-orang itu memang tidak jahat, mereka bahkan teman yang hangat, tapi tetap saja, sehangat-hangatnya mereka, saya merasa tidak sepenuhnya nyaman dengan kebiasaan yang sering mereka lakukan. 

Just share my past..

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>