Fungi..

http://blog.ub.ac.id
Sangat kontras saya rasa, jika selama ini teman atau kerabat mengira saya adalah seseorang yang banyak memiliki kreatifitas, dan telaten dalam mengerjakan sebuah karya. Saya mungkin terlihat 'bisa' melakukan lebih dari satu hal, tapi bukan menguasai tentu saja, prinsip sederhananya adalah 'asal bisa' saya rasa sudah cukup. Hal ini tidak lepas dari sifat saya yang selalu ingin 'sok' tahu terhadap segala sesuatu yang ada hubungannya dengan seni, semua itu saya lakukan sendiri tanpa ada paksaan, tanpa ada yang mengajari alias otodidak. Tapi saya malah merasa bahwa saya tidak beda jauh dari tumbuhan yang kadang membuat sebal jika tumbuh di kulit. Yaitu penyebab panu alias Fungi.

Fungi berasal dari bahasa ilmiah yang pasti pada tahu kan apa artinya itu. Iya, FUNGI = JAMUR, bukannya saya mau membahas soal jamur-jamuran, atau jamur-menjamur, atau kulit yang ditumbuhi jamur di sini, tapi saya hanya ingin membahas diri saya sendiri (lagi??!). Entah kenapa saya tiba-tiba memandang diri saya sendiri yang terlukiskan lewat tulisan-tulisan berintelejensi rendah ini menjadi identik seperti jamur. Kenapa bisa begitu, ada 2 hal (saja) yang akan saya jabarkan dan mari kita tela'ah lebih lanjut :

  1. Saya, seorang wida kadang malu untuk mengakui kemampuan diri saya sendiri di depan orang lain, jadi jika ada orang lain yang mengira sang wida ini bukan apa-apa karena tidak punya kemampuan apa-apa, maka itu tidak benar. Mungkin benar saya tidak punya keinginan untuk menunjukkannya karena saya tidak mau dan bukan tidak mampu, dan saya rasa itu menggambarkan sedikit tentang perilaku ke-JAMUR-an saya, jamur yang tumbuh di kulit tentu saja akan sangat memalukan jika ditunjukkan ke orang lain kan?
  2. Saya kadang suka sekali menempeli cerita orang lain dan kadang menjadikannya seperti ada dalam imajinasi saya sendiri, bahasa halusnya mungkin disebut inspirasi. Memang pernah saya katakan bahwa tidak ada hasil karya yang 100% orisinil di dunia ini kecuali karya itu milik Allah, selebihnya adalah sebuah hasil dari pemetaan inspirasi bahkan adaptasi dari karya terdahulu yang sudah ada. Tapi entah mengapa saya pribadi tetap saja selalu merasa karya saya tidak bisa orisinil, selalu menempel pada karya orang lain. Kalau makhluk yang tertempel jamur (baca:panu) biasanya akan jengkel, maka kali ini adalah jamur nya yang terjengkel-jengkel karena menyadari perannya sendiri.

Seperti yang saya jelaskan di kutipan singkat di atas. Entah mengapa 2 alasan men-jamur di atas selalu menguasi alam bawah sadar saya, menjadikan saya makhluk statis yang saya kira begini-begini saja, membuat saya seolah selalu tidak percaya diri dengan kemampuan saya yang bisa jadi di bawah atau di atas rata-rata. Saya tidak tahu kemampuan saya sendiri. No, i'm not kidding, it's not that simple as i do.

Saya kadang merasa saya masih ada dalam fase pencarian jati diri, no.. bukan.. pencarian kepercayaan diri kayaknya. Jelas semua yang saya lakukan masih bukan sepenuhnya berasal dari pemikiran yang tiba-tiba muncul dengan cerdasnya, atau apa yang saya tuangkan ke dalam tulisan bukan serta merta adalah bisikan halus dari alam bawah sadar yang kreatif, saya merasa itu semua hanya kebetulan, dan sayangnya saya juga paham banyak sekali kebetulan di dunia ini. Dan saya takut bahwa saya menjadi bagian dari kebetulan yang 'kebetulan' mungkin memalukan.

Oh Tuhan, saya jadi teringat kisah Shin Hye Sung dari serial drama Dream High 2, tokohnya saya rasa punya kemiripan tingkat tinggi dengan saya, seseorang yang percaya bahwa dia memiliki bakat di bidang musik dan menjadi penyanyi, padahal suaranya sangat jelek dan maksa, hanya saja perbedaannya adalah dia 'sempat' berani menunjukan sesuatu yang dikira adalah 'bakatnya' kepada orang lain. Tapi saya tidak, saya terlalu apatis untuk menunjukkan lubang hidung saya sendiri. Saya mungkin butuh sedikit dukungan yang harus bertubi-tubi agar bisa membangun kepercayaan diri saya sendiri, saya mungkin juga butuh lebih banyak lagi ekplorasi kemampuan ataupun wawasan, saya butuh sesuatu atau seseorang yang bisa menarik saya untuk selalu serius dan mendalami apa yang saya suka. Dan saya juga butuh orang yang mengenal kemampuan saya sehingga bisa membantu saya mengenali bidang apa yang bisa saya dalami.

Begitu itu kadang saya mikir, artis-artis sinetron jaman sekarang yang tiba-tiba sulapan jadi penyanyi dan suara mereka ada yang dibawah standar, kok pe de sekali ya? Dengan alasan mereka hanya mencoba mengeksplorasi bakat seni yang lain saya rasa tidak akan adil mengingat hanya mereka yang senang sedangkan orang lain tidak bisa menikmatinya, hehehe. Singkatnya saya ingin berusaha untuk menjadi jamur yang bisa dinikmati banyak orang seperti jamur tiram, jamur merang, jamur shitake, atau jamur kuping meskipun pada kenyataannya tidak mudah membuat orang lain menyukai rasa yang kita punya apa adanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>