Kuanggap Anekdot masa lalu

Saya menulis tulisan ini cuma sekedar untuk merefresh otak yang kapasitasnya sangat terbatas untuk menyimpan cerita gila dan tampak sinetron banget ini. Hanya sekedar merefresh lalu men-shut-down-nya agar tidak keterusan untuk mengingat-ingat sesuatu yang sudah lalu.

Heeeyyy penontoooonn.. udah pada penasaran belooomm???   *belooommm*
Penasaran doooonnggg.... pliiiissss..

Lupakan, penasaran atau tidak, ini blogsaya, dan saya bebas bercerita apapun yang saya inginkan. LOL. *Seplak*


Jadi begini, tepatnya tanggal 3 Nopember tahun 2009. Saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan saya dengan suami (yang saat itu masih jadi pacar saya), diiringi tangisan darah dan muncratan air mata, kami *lebih tepatnya saya* mendadak membencinya karena tidak mau pisah dengan saya, alasannya klise, singkat. Saya bosan dan tidak bisa menerima dia yang itu-itu saja. Perpisahan itu tidak gampang, karena hubungan kami memang sudah lebih dari pacaran, sudah menyangkut kedua orang tua, dan jelasnya pisahnya kami pun mau tidak mau mendapat hambatan dari masing-masing orang tua.

Saat-saat itu adalah sulit saya, dimana ada masa saya mencari sandaran untuk paling tidak melupakan masalah saya dengan orang tua yang masih tidak ingin hubungan kami itu berakhir, masa-masa depresi tidak diterima di rumah sendiri dan membutuhkan orang lain untuk menerima saya apa adanya, masa-masa saya mencari hawa segar untuk pengganti pacar saya yang lama dengan yang baru dan tentu saja harus sesuai dengan apa yang saya idamkan.

Saya menemukan Mr. W akhirnya. Pemberi warna dalam pengalaman yang singkat, menorehkan sejarah terdalam dalam hidup saya sebagai wanita, sebagai anak durhaka, sebagai pendosa. Kamu tahu tidak. Mr. W itu tiba-tiba muncul dalam hidup saya, seseorang yang diam-diam selama ini saya inginkan, diam-diam yang selama ini saya masukkan dalam anggaran APBN kehidupan saya, diam-diam saya ibaratkan sebagai satu-satunya penjual payung yang ada saat hujan tiba-tiba mengguyur dengan deras. Wida, you are crazy! i've been wondering too, how crazy i was..

Kami menjalankan hubungan kami selama 9 bulan, dan selama itu saya tidak pernah bosan berada dekat dengannya, bahkan saya seperti anak kecil yang lama tinggal di panti asuhan dan tiba-tiba mendapat seorang ayah, kakak, sahabat dalam waktu bersamaan. Dia memberi warna pada hidup saya, memberi saya harapan yang saya inginkan, memberi saya pelajaran bahwa dia bukan orang sempurna, tapi dia ingin jadi sempurna untuk saya. Bahkan dia orang pertama yang bisa saya percaya untuk menumpahkan segala sesuatu yang menjadi ganjalan di kepala saya, menumpahkan segala air mata yang selama ini tidak gampang saya ungkapkan kepada siapapun termasuk pacar saya, saat itu. Wow! benar-benar membuat saya seolah menjadi wanita (emang kemaren-kemaren bukan wanita ya?).

He brought spirit in my life, was teach me how to express my self, was remembering me that I’m not alone in this world, were staying with me to across these parts forever and learning how to approve unperfect things in this life.

Tapi ternyata dunia yang saya hias menjadi indah itu, memang tidak sepenuhnya indah, taruhan atas segala sesuatu yang menjadi fantasi terindah saya ternyata memang tidak sepenuhnya dapat saya terima. Dibalik ketidaksempurnaannya yang selalu bisa saya jadikan kelebihan, ternyata membuat saya semakin heran, ada apa ini? Dia tidak sesempurna seperti yang saya ekspektasikan di awal, dia tidak terlalu jantan untuk memperlakukan saya seperti seorang wanita. Tapi lagi-lagi dia menjejali saya dengan kalimat ampuh yang selalu bisa meluluhkan saya : "nobody perfect! If anybody perfect, then nobody can’t learn to be more better". Dan hal itu kembali menyadarkan saya, bahwa pilihan saya adalah dia, dan saya harus menerima dia apa adanya, menerima semua ke-posesifan dan keegoisannya sebagai laki-laki yang begitu tinggi untuk menuntut dihormati.

Satu hal yang mungkin tidak dapat saya terima adalah, dia tidak punya sistem pertahanan diri yang kuat untuk menghadapi orang aneh seperti saya, wanita yang terlalu menunjukkan keegoisannya, orang aneh yang selalu bertindak sok pintar terhadap segala apapun, wanita yang selalu protes jika dirasa itu memang tidak tepat, wanita keras kepala yang susah sekali ditebak apalagi saat emosinya memuncak. Dia tidak punya kesabaran dalam menghadapi itu semua, sampai malam itupun terjadi, dua tamparan di pipi kanan dan kiri menyadarkan saya. 

Bahwa rumah indah yang saya bangun dari kayu-kayu kepercayaan terhadapnya mendadak runtuh seketika. Saya tiba-tiba sadar, kayu itu ternyata bukan kayu jati yang kuat, hanya kayu pohon belimbing biasa yang tidak kuat menahan cuaca dalam kehidupan nyata, saya terbangun dan mendapati diri saya seolah menjadi seonggok barang konyol yang kehilangan muka nya. Apa yang selama ini saya percayai ternyata memang salah, seperti yang orang lain katakan, seperti yang banyak orang bisikkan, seperti yang hati kecil saya teriakkan. Tapi mungkin saya terlalu tuli, terlalu dibutakan oleh kebutuhan akan orang baru yang saya harap bisa membantu saya memenuhi imajinasi saya. Dan saya sadar. Orang seperti itu tidak pernah ada.

Dan sekarang, berkat Mr. W itu, saya hidup kembali dengan MANTAN pacar (BACA: SUAMI) yang dulu saya sia-siakan. Saya barusan tersadar, bahwa laki-laki yang saya anggap tidak becus dalam mengerti keinginan saya itu ternyata adalah laki-laki yang paling bisa menerima saya apa adanya, laki-laki biasa yang hanya memiliki impian untuk hidup dan belajar bersama saya. Laki-laki itu yang diam-diam memang sudah dipersiapkan untuk melatih saya dalam hidup ini. Dan laki-laki yang begitu baik menerima saya kembali setelah saya membuat kesalahan fatal itu.

Mr. W hanya masa lalu saya, masa lalu dan pembelajaran berharga untuk saya, sebuah lubang selebar jurang yang hampir menjatuhkan saya, sehingga saya tidak mau lagi kembali ke sana. Seseorang mungkin bisa berubah, dan saya harap perubahan itu adalah karena untuk kebaikan diri sendiri dan karena Allah, bukan semata-mata karena manusia, karena itu yang coba saya lakukan sekarang.



2 komentar:

  1. thanks ya sayang..
    semoga masa lalu sebagai pembelajaran kita untuk menjadi yang lebih baik..dan semoga pernikahan kita barokah sampai kakek nenek..amin
    luv u my beloved wife..

    BalasHapus
  2. emoh kalo cuma sampai kakek nenek.. sampai mati dooonggg...

    love u to hunn...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>