MEITA NURDIANSYAH


Nama ini begitu melekat di memori saya, lebih tepatnya saat saya mengenal kakaknya jaman kuliah yang mungkin memiliki sifat sama menyebalkannya dengan saya. Udah, gak usah bahas kakaknya, saya sekarang mau bahas adeknya. Kakaknya yang cerewet itu begitu menyayangi sang Meita dan tiap ketemu selalu nama meita itu disangkut pautkan dengan cerita apapun yang berhubungan dengan apapun, sampai saya mikir, ini yang heboh terlalu sayang itu kakaknya atau emang adeknya tuh selalu update di segala pembahasan ya? Mulai rambut, cara berbicara, cara jalan sampai apapun selalu kakaknya membahas itu.

Sampai suatu saat sang kakak mengetahui kalau saya suka menulis, lagi-lagi sang kakak bilang bahwa adeknya juga sering banget nulis, sampai pernah dikirim ke majalah dan beberapa kali dimuat.. buseeett!! Kayak apa sih ni anak? Kok segala pembahasan sang kakak dengan saya selalu nama meita dikait-kaitkan. Dan akhirnya rasa penasaran saya tak tertahankan juga saat sang kakak menceritakan tentang tulisan sang adek, saya minta copy file tulisan si adek berupa cerpen, skrip, dan novel. Hmmm… anak ini beda 3 tahun di bawah saya, tapi kok tulisannya bisa membuat saya kagum ya, sejak saat itu saya banyak terinspirasi dengan gaya bahasa yang dia tuturkan lewat tulisannya.

Sampai saat di mana jaman di selimuti dengan demam facebook termasuk saya. Begitu saya melihat kontak sang kakak yang adalah teman saya dan di situ saya menemukan nama Meita Nurdiansyah sebagai adik semata wayangnya, maka saya langsung meng-add si adek dan jadilah pertemanan kami lewat facebook yang belum pernah sekalipun saling menyapa.

Meita termasuk anak yang aktif meng-update statusnya di facebook, apalagi tiap hari beranda saya selalu dipenuhi dengan statusnya yang selalu menarik perhatian, kadang hanya sebuah ungkapan perasaan, kejahilan, atau malah sumpah serapah, tapi yang saya heran selalu membuat saya tersenyum setiap membaca statusnya.

Dari situ entah mengapa saya mulai mengerti mengapa sang kakak sangat mengidolakan sang adik, dan saya sepertinya juga sudah mulai mengidolakan gadis ini hanya dengan membaca statusnya setiap hari. Saya mulai tahu seperti apa meita nurdiansyah itu. Gadis sederhana yang entah memiliki aura dari mana yang membuat setiap orang yang mengenalnya selalu terkagum-kagum padanya. Kemampuannya untuk meng-invite orang dalam kehidupannya sangat jarang dimiliki oleh kelas selebritis sekalipun. Hal ini membuat saya tak jarang selalu mampir di wall nya hanya untuk sekedar mengecek komentar teman-temannya akan statusnya yang selalu menarik.

Sampai suatu ketika, saya yang sering mampir ke wall nya tiba-tiba membaca kiriman teman-nya yang bernada duka :

“ Selamat jalan Meita, semoga semua amal ibadahmu diterima di sisi Nya “

“ Cokk!! Aku gak percoyo koen wes gak ono Met! “

Dan itu cukup membuat saya shock. Seorang meita nurdiansyah telah meninggal? Kapan? Perasaan tadi malam dia masih update status mengeluhkan perutnya yang makin terlihat membuncit dengan gaya bahasa yang lucu dan lebay seperti biasanya? Saya mulai menelpon teman-teman saya kesana kemari, mencari kebenaran berita. Dan ternyata berita itu benar, Meita meninggal tadi pagi. Yang saya heran adalah saat mendengar berita itu, mendadak saya menangis, entah membayangkan bagaimana kesedihan si Vita sang kakak yang adalah teman gila-gilaan saya, atau tanpa sadar saya juga merasa sangat sayang untuk kehilangannya? Saya pun nekad ikut teman-teman untuk berangkat ke Lamongan dalam rangka bertakziyah. Di sana saya seperti merasakan duka yang tidak kalah besar tatkala melihat sang kakak yang sangat shock kehilangan sang adik tadi pagi karena kecelakaan saat akan berangkat ke Surabaya untuk kuliah.

Sekarang sudah lebih dari setahun seorang Meita Nurdiansyah pergi untuk selamanya, tapi saya masih tidak bisa menghilangkan kekaguman yang membekas ini tentang sosoknya, bahkan masih banyak kiriman testimony di facebook yang ditujukan untuknya dari orang-orang yang menyayanginya.

Hay Meita, meskipun saya belum pernah menyapa kamu secara langsung, apalagi mengenalmu sangat dalam seperti orang-orang yang menulis testi di facebook itu, tapi kamu tidak tahu, kamu berhasil membuat kekagumanku bertambah. Sebenarnya sampai sekarangpun saya bertanya-tanya, apa yang menjadikanmu begitu special? Begitu berarti? Begitu diingat? Begitu disayang? Begitu dirindu? Mengapa orang sepertimu tidak bisa terlalu lama sedikit lagi untuk menebarkan virus ‘charming’ mu itu pada orang-orang yang membutuhkan? Ahh.. kembali lagi kepada rahasia Tuhan.

By the way, Saya tiba-tiba menulis ini karena sang kakak yang masuk ke daftar kontak BBM saya mengupdate status dengan foto sang adek bertuliskan : 'Kangen arek iki...'. Hmm si Vita lagi kangen adeknya nih, kok mendadak saya juga, hehehe...

Dan juga kamu harus berbangga, Meita, karena saya yang kece ini tetap menjadi pengagum kamu, pengagum pribadimu, pengagum tulisanmu, dan pengagum ke-charming-anmu. Semoga kamu berbaring dengan tenang di sana, ditemani amal ibadah yang cukup untuk menghadapNya. Amin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>