PUISI PEMBAKAR RINDU

Hari ini, hati mulai menahan hawa yang tampaknya pasti akan berlalu begitu saja..
Melihatmu.. melihat masa laluku yang penuh misteri yang tak terpecahkan bernama TAKDIR
Aku hampir saja terjatuh pada pelukan api yang dengan hasratnya tak terbendung ingin menghempasku begitu saja.. begitu dalam.. dan begitu menggiurkan

Apa kau tahu bahwa kerinduanku sering membuatku terbakar..
Apa kau tahu bahwa kecemburuanku membuatku ingin selalu menyakitimu, membencimu..
Sebelum semua ini menjadi seperti digoreskan takdir, aku dengan caraku yang berbelit ini berusaha membuka matamu..
Hingga kau terus menjadi tiang yang selalu tegak berdiri kuat di sini, menancap hebat tanpa tergeser bahkan saat tiang yang lain telah menyaingi cara berdirimu..
Kau baru saja tahu bahwa selama ini kaulah yang aku harapkan dalam hidupku..
Dan kini harapan mu denganku juga telah habis dilahap waktu yang takkan mungkin terulang..

Aku menginginkan penebus rasa bersalahku yang tak bisa menyentuhmu seutuh yang aku mau,
Demi apapun aku lakukan hanya untuk menggores rasa kecewa di hatiku dengan melihat senyum bahagiamu
Sebesar apapun rasa rinduku, takkan bisa kau kumiliki meskipun aku berfikir akan menghancurkan apa yang menjadi pijakanku sekarang ini..

Kau sudah tahu, begitupun aku.. maka biarlah semua ini berlalu seperti masa lalu, berjalan lurus tanpa terhalang bahu yang ingin kusandarkan padamu.. aku di sini berusaha memaafkan hatiku, kuharap kau juga menyimpanku di salah satu ruang tersembunyi yang kau buang jauh kuncinya agar aku tak mampu keluar dari sudut tersembunyimu..

Aku di sini tersenyum, menahan rasa panas yang menjadi pembakar rinduku..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>