Belajar Jadi Lebih Baik

Tulisan ini berdasarkan atas pengalaman pribadi saat selesai mendengarkan pengajian, yang mengingatkan saya dengan sindiran sang ibu tercinta tentang kesukaan saya menonton drama korea, dimana saya yang sekarang bahkan mulai mencari-cari tahu bahasa sana yang bisa saya terapkan untuk memperlancar saya koar-koar (baca : nyanyi) lagu korea.

Sindirannya cukup singkat, mengena, dan mak jleb membuat saya mati langkah alias skak mat. Saya yang notabene ini seorang muslim nyel (muslim banget), bukan campuran apalagi blasteran dari sekte macem-macem telah mencoba mengambil hikmah dari sesuatu yang sebenarnya tidak saya perhatikan selama ini. Jadi gini ceritanya, singkatnya isi pengajian itu adalah KEWAJIBAN MUSLIM UNTUK MEMPELAJARI AGAMANYA SENDIRI. tolong digaris bawahi ya.. kalo perlu di bold sekalian.


Ada beberapa dalil tentang pernyataan saya yang hurufnya capslock dan kalo bisa di bold itu, diantaranya hadist ini :  
“Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik). 
Lalu ada lagi hadist yang ini :  
"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya, maka Allah akan membuatnya pandai dalam agamanya" (HR. Bukhari dan Muslim)
Kemudian masih lagi ditambah dengan beberapa ayat Al Quran yang menguatkan :  
"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang ugama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya". QS.At Taubah :122
Mau lagi? ini saya tuliskan lagi ayat yang saya dengar dari pengajian itu :
"Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." QS Az Zumar : 9  
Nambah satu lagi yak :
"Dan janganlah kalian mengatakan sesuatu yang kalian tidak memiliki pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya. " QS Al Isra ayat 36

Nahhhhh... karena agama Islam itu kitab Al Quran dan hadistnya berbahasa dan berhuruf Arab, maka masih banyak juga yang malas untuk mempelajari lebih dalam (termasuk saya), asal bisa membacanya saja sudah cukup. Sehingga akibatnya saat ada sesuatu yang mengolok-olok, atau menyerang sisi ketauhidan dan keagamaan kita, kita sangat jarang bisa menjawab dan berargumen atau hanya sekedar membela yang sesuai dengan dalil yang ada. Kebanyakan mah emosi jiwa jika menghadapi 'penyerang' yang ingin mengobrak-abrik tatanan ketauhidan kita. Karena apa? hanya karena kita tidak tahu apa yang kita baca, alias asal baca, dapat pahala, ya sudah, titik, the end. 

Padahal IDEALnya adalah, seseorang membaca buku itu selain harus tahu isinya kita juga harus ngerti inti ceritanya, seperti membaca novel Harry Potter yang tebalnya segitu bisa habis dalam waktu 2-4 hari, membaca Al Quran beberapa ayat saja sudah keringetan, karena apa? Karena ayat yang kita baca sesungguhnya tidak kita ketahui maknanya, makna lho ya, bukan cuma sekedar artinya saja (kalo cuma sekedar artinya doank sih di Quran terjemahan juga banyak).
Kita tinggal sebentar masalah dalil dan pengajian yang saya dengar baru-baru ini. Sekarang kita beranjak ke sindiran ibu saya yang waktu itu diakibatkan karena saya keceplosan, lagi-lagi karena demam KOREA.

Windira : " Haduuuhhh... pengen deh rasanya belajar bahasa korea, biar lihat dramanya gak perlu download pake SRT segala " (drama korea memang saya dapat dari download soalnya, hehehe)

Ibu : " Lha timbangane koe belajar bahasa KOREA yang notabene uwonge podho atheis alias gak duwe agama, mending koe belajar bahasa ARAB ben koe ngerti opo sing mbuk woco, ikupun lek kowe sik rajin moco kitabmu dewe! "

translate Ibu : " Lha daripada kamu belajar bahasa KOREA yang notabene orangnya kebanyakan atheis alias gak beragama, mending kamu belajar bahasa ARAB biar kamu itu tahu apa yang kamu baca, itupun kalo kamu masih rajin baca kitabmu sendiri! "

Dari kalimat di atas saya benar-benar merasa saya adalah orang yang paling tidak berilmu sedunia. Cukup satu kalimat berhasil menghentakkan saya pada beberapa kenyataan bahwa :

* Saya sesungguhnya males kalau di suruh berangkat ngaji alias menuntut ilmu, dan hal itu sangat kebalikan jika kegiatan saya adalah saya berenang, atau menyetel musik keras-keras di rumah, atau karaoke, atau hang out di mall.

* Saya memang sangat jarang membaca Al Quran yang seperti kata saya di atas, selalu keringetan hanya membaca dua lembar saja. Dan lagi-lagi hal itu berkebalikan dengan kalau saya disuruh membaca novel atau hal lain yang sifatnya duniawi (cieehh duniawi)

Dari dua kenyataan di atas, saya kok jadi pengen berusaha kembali ke jalan yang benar ya sebagai Muslim, susah emang kalau seorang Muslim hanya mengerjakan sholat lima waktu saja tanpa mengerti apapun tentang agamanya sendiri. Maka dari itu, semoga sejak tulisan ini dibuat, saya dan teman-teman yang membaca ini jadi tambah sadar dan meningkatkan keinginan kita untuk jadi Muslim yang lebih baik. AMIN..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>