Unit Yang Terlupakan

Hari ini BPK sudah mulai bekerja dan ngantor di ruang sidang di depan ruang kantor saya, serta membuat saya dan teman-teman Unit ini spanneng karena mencari-cari dokumen kontrak dan kelengkapannya yang mereka minta. Sebenarnya saya lumayan jengkel juga sih di saat ada orang yang berkomentar tentang sikap spanneng saya dan teman-teman saat kedatangan BPK, dan dari polling yang bisa saya simpulkan sendiri tentang banyaknya pernyataan mereka adalah : " Kenapa sih takut amat sama BPK, kalau emang gak salah ya gak usah takut lah.. " 


DAMN!! Pernyataan itu rasanya sudah langganan saat saya memajang status di fesbuk maupun akun YM tentang kedatangan BPK. Kenapa saya jengkel?? Karena yang membuat jengkel adalah bukan masalah saya atau teman-teman ini salah atau tidak, tapi masalahnya adalah : Mencari dengan cara membongkar-bongkar dokumen kontrak dan teman-temannya yang sudah baheula itu dan kadang pengarsipannya kacau balau. Itu masalahnya. Dan terbukti temuan para BPK yang selalu ada memang dalam hal pengarsipan yang sangat jauh dari sempurna alias SUPERR KUAACAAUUU..!!!

'Sesuatu' yang menyebabkan saya lebih sebel lagi adalah.. (duh jadi curhat) Unit di kantor saya yang selalu di anak tirikan atau bahasa judul lagunya adalah 'Unit yang Tidak Dianggap'. Kenapa saya bisa bilang gitu? Jelas alasannya kuat sekali, sekuat almrh. mbah marijan yang suka rosa itu. 

Mungkin pertama-tama akan saya jelaskan dulu tentang kinerja Unit saya ini yang sebenarnya bergerak di bidang apa sih di kampus ini? Singkatnya adalah Unit 'kecil' kami bergerak di bidang pembangunan sarana dan prasarana se KAMPUS, lewat Unit kita pulalah sebuah Kampus ini menjadi 'sesuatu'. Unit saya menjadi pusat untuk mengerjakan tender Pembangunan Gedung dan tender Pengadaan Sarana se KAMPUS dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :

  1. 'Ngubrak-ngubrak' perencana atau Tim teknis untuk segera menyiapkan spesifikasi yang akan ditenderkan.
  2. Mengatur dan menjadwal rapat-rapat koordinasi persiapan tender, rapat koordinasi pelaksanaan lelang, dan rapat evaluasi antar Panitia tender.
  3. Mengumumkan lelang tender
  4. Menyiapkan rapat pertemuan antara panitia dan rekanan hasil tender
  5. mendokumentasi semua dokumen lelang untuk dijadikan kontrak
  6. Membuat dokumen kontrak lelang
  7. Kadang malah menggantikan kerja pantia atau Pejabat lain karena waktu yang tidak bisa kompromi dan harus segera jalan.
  8. Ngubrak-ngubrak rekanan untuk menyerahkan Jaminan yang berhubungan dengan pelaksanaan kontrak
  9. Menyiapkan dan menagihkan dokumen untuk penagihan termin
  10. Menyiapkan dokumen untuk serah terima pekerjaan
  11. Mengarsip dokumen sebagus mungkin agar ingatan yang tidak terlalu tajam ini bisa mengingat dimana semua dokumen itu tersimpan di ruangan kantor yang sesempit ini, di mana ruangan sempit ini mustahil untuk mengatur dokumen per judul.
  12. Membuat daftar tender yang dilakukan selama setahun untuk persiapan diperiksa oleh Irjen atau BPK. 
Bagian yang paling sulit adalah nomor terakhir alias nomor 11. Pemeriksaan oleh bapak/Ibu Irjen atau BPK benar-benar menguras tenaga dan ingatan, sehingga sedikit banyak ada kesalahan-kesalah yang menurut saya manusiawi itu selalu jadi temuan, dan temuan itu membuat saya dan teman-teman harus pintar-pintar mengolah kata untuk menjawab setiap temuan yang ada, karena kesalahan satu kalimat saja bisa membuat bapak/Ibu pemeriksa itu bertanya lebih dan lebih lagi. huh! Buat bapak-bapak dan Ibu-ibu di kampus, masa kalian tidak bisa melihat bahwa kami berusaha melindungi kalian kan?
Dari jobdis tentang uraian pekerjaan kantor yang saya uraikan di atas, bukankah kalian berfikir bahwa pekerjaan saya mungkin pekerjaan yang sangat berhubungan dengan mainset kemajuan kampus itu sendiri bukan? Dan seharusnya hak-hak yang diterima Unit saya sepadan dengan apa yang kami kerjakan. Tapi kenyataannya adalah, tentu saja tidak.

Unit saya dalam acara apapun di kampus yang mengandung seneng-seneng atau biar saya perjelas seneng-seneng itu apa maksudnya, yaitu rekreasi, undangan peresmian gedung (yang kami tenderkan), undangan perayaan ulang tahun kampus, atau yang lain-lain yang notabene acaranya makan-makan enak, kami hampir kelupaan untuk dilibatkan, ngundang kepala Unit kami aja sukur-sukur inget tuh.

Tapi pas jatahnya acara yang mengandung 'sesuatu' yang gak enak, pasti unit kita ketiban jatah dan tidak mungkin dilupakan. Contohnya nih cuma ada tiga sih, saat ada sumbangan untuk acara kampus, menghadapi BPK dan Irjen sendirian, dan selalu kesulitan alias mbulet alias banyak pertanyaan saat bendahara mengajukan gaji lembur, bayangkan saja, gaji lembur yang jelas-jelas hak kami saja susah banget dapatnya, apalagi kalau mau minta tambahan gaji, hehehe.. Memang kelihatannya cuma tiga, taaapiiiii..... tiga itu sudah gak enak banget menurut saya, dan menurut saya sesuatu yang tidak adil mengingat kerja saya selalu di awasi negara dan bisa alamat kalau berujung pada bui.. huhuhu... can't imagine that!

Tapi ada satu kalimat positif yang diucapkan seorang teman sore ini dan membuat saya manggut-manggut sambil menahan kesal.

" Bersyukurlah karena kamu berguna untuk orang lain... "

Aaaakkkhhhh....... saya sebel karena kata-kata dia harusnya benar... -_-"

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
; //]]>